IPD Selenggarakan Silaturahmi Dosen

Ikatan Persaudaraan Dosen Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah (IPD YPSM) Universitas Serambi Mekkah (USM) menyelengarakan kegiatan silaturahmi dosen dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban antar dosen di lingkungan USM,  acara ini juga banyak dihadiri oleh dosen-dosen di USM dan para dosen sangat antusias dalam mengikuti acara ini.  Acara ini juga ditutupi dengan sajian khenduri ala kuah beulangong, berikut adalah foto-foto kegiatan acara tersebut.

 

 

Dosen & Mahasiswa PIAUD USM Mengikuti Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Sejak Dini

Acara sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga sejak dini ini dibuka pada pukul 09.00. Registrasi peserta dilaksanakan pada pukul 08.00 pagi. Acara dilaksanakan di aula hotel hermes. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian sambutan dari kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dr. Media Yulizar. Kemudian sambutan dari asisten deputi perlindungan hak perempuan kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Ali Khasan, SH, M.Si. Acara dibuka oleh wakil walikota Banda Aceh Zainal Arifin.

Pemateri pada acara sosialisasi ini adalah pertama asisten deputi perlindungan hak perempuan kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kedua kepala dinas dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Banda Aceh, ketiga pihak kepolisian unit pelayanan perempuan dan anak dan pemateri pak Jamil. keempat Tien Kurniatin dari forkom KPP-PA.

Kekerasan dalam rumah tangga (disingkat KDRT) adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

Undang-undang republik Indonesia nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Pasal 3 menyebutkan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dilaksanakan berdasarkan asas: a. penghormatan hak asasi manusia; b. keadilan dan kesetaraan gender; c. nondiskriminasi; dan d. perlindungan korban. Pasal 4 menyebutkan tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bertujuan: a. mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga; b. melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga; c. menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga; dan d. memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Ruang lingkup tindakan KDRT adalah perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Sebagian besar korban KDRT adalah kaum perempuan (istri) dan pelakunya adalah suami, walaupun ada juga korban justru sebaliknya, atau orang-orang yang tersubordinasi di dalam rumah tangga itu. Pelaku atau korban KDRT adalah orang yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, perwalian dengan suami, dan anak bahkan pembatu rumah tangga yang tinggal dalam sebuah rumah tangga.

Bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi adalah:

  1. Kekerasan fisik ringan, berupa menampar, menjambak, mendorong, dan perbuatan lainnya yang mengakibatkan: cedera ringan, Rasa sakit dan luka fisik yang tidak masuk dalam kategori berat. Melakukan repitisi kekerasan fisik ringan dapat dimasukkan ke dalam jenis kekerasan berat.

Kekerasan psikis. Kekerasan Psikis Berat, berupa tindakan pengendalian, manipulasi, eksploitasi, kesewenangan, perendahan dan penghinaan, dalam bentuk pelarangan, pemaksaan dan isolasi sosial; tindakan dan atau ucapan yang merendahkan atau menghina; penguntitan; kekerasan dan atau ancaman kekerasan fisik, seksual dan ekonomis; yang masing-masingnya bisa mengakibatkan penderitaan psikis berat berupa salah satu atau beberapa hal berikut: Gangguan tidur atau gangguan makan atau ketergantungan obat atau disfungsi seksual yang salah satu atau kesemuanya berat dan atau menahun.

Penyebab KDRT adalah: a. Laki-laki dan perempuan tidak dalam posisi yang setara. b. Masyarakat menganggap laki-laki dengan menanamkan anggapan bahwa laki-laki harus kuat, berani serta tanpa ampun. c. KDRT dianggap bukan sebagai permasalahan sosial, tetapi persoalan pribadi terhadap relasi suami istri. d. Pemahaman keliru sehingga timbul anggapan bahwa laki-laki boleh menguasai perempuan

Undang-ndang ini dimaksudkan memberikan efek jera bagi pelaku KDRT, ancaman hukuman yang tidak mencantumkan hukuman minimal dan hanya hukuman maksimal sehingga berupa ancaman hukuman alternatif kurungan atau denda terasa terlalu ringan bila dibandingkan dengan dampak yang diterima korban, bahkan lebih menguntungkan bila menggunakan ketentuan hukum sebagaimana yang diatur dalam KUHP. Apalagi jika korban mengalami cacat fisik, psikis, atau bahkan korban meninggal. Sebagai UU yang memfokuskan pada proses penanganan hukum pidana dan penghukuman dari korban, untuk itu, perlu upaya strategis di luar diri korban guna mendukung dan memberikan perlindungan bagi korban dalam rangka mengungkapkan kasus KDRT yang menimpa.

Kekerasan dalam rumah tangga ini mengkhawatirkan banyak pihak, dari data simfoni KPPPA tahun 2015 berjumlah 148 kasus, 2016 meningkat menjadi 453 kasus. Tahun 2017 435 kasus. Pada tahun 2018 KDRT di provinsi Aceh terdapat 436 kasus. Tahun 2019 KDRT terdapat 95 kasus. Kota Banda Aceh tahun 2018 terdapat 89 kasus, tahun 2019 terdapat 16 kasus. KDRT umumnya dikelompokan dalam empat hal yaitu kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran rumah tangga.

Pencegahan kekerasan dalam rumah tangga antara lain dilakukan dengan cara:

  1. Keluarga wajib mengamalkan ajaran agama. Bapak harus menjadi imam bagi isteri, anak-anak serta keluarga, dan Ibu imam bagi anak-anak dan dalam mengatur urusan rumah tangga.
  2. Harus dikembangkan komunikasi timbal balik antara suami, isteri dan anak-anak.
  3. Isteri wajib mendidik anak sejak kecil, kalau marah jangan memukul dan berkata kasar.
  4. Kalau ada masalah harus diselesaikan dengan dialog.
  5. Jika terjadi pertengkaran serius, salah satu atau kedua-duanya harus meminta kepada orang yang dituakan untuk memediasi.

Penanganan korban dan pencegahan KDRT dapat dilakukan sejak dini. Dengan adanya sosialisasi sejak dini maka rantai KDRT dapat dipotong dengan memberikan sosialisasi kepada pemuda/pemudi diberi bekal pemahaman tentang pemahaman KDRT. Semakin dini pemuda/pemudi mengetahui faktor penyebab KDRT makin dini juga mereka dapat mencegah tindakan KDRT saat mereka memasuki mahligai rumah tangga. Acara sosialisasi ini berakhir pada pukul 16.30 ditutup oleh kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Berikut adalah foto-foto kegiatan acara tersebut.

FAI USM Membentangkan Seminar Sufi International

Seminar International Tentang “Mysticism Values in Education” atau Nilai nilai Sufi dalam Pendidikan. Kegiatan ini digelar pada hari Jum’at yang berkah pada akhir bulan Maret tepat nya tanggal 22 Maret 2019.
Rektor Universitas Serambi Mekkah, Dr.H. Said Usman, S.Pd, M.Kes menyambut baik kegiatan ini dengan harapan semoga nilai nilai sufi dapat terpraktekkan dalam jiwa insan pendidik yang ada di serambi Mekkah.
Dalam sambutan nya, Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Andri Nirwana.AN, M.Ag menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan stimulus untuk menaikan nilai akreditasi. Salah satu penilaian akreditasi adalah adanya dua kali kunjungan Ahli Pakar mengisi materi di Fakultas selama satu semester Dan Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dalam semester Genap 2018/2019 ini. Insyaallah dalam waktu dekat, Fakultas Agama Islam akan mengundang lagi Pakar yang lain.
Kegiatan ini diisi oleh pemateri international dari Negara Al Jazair yaitu Prof Abdelaziz Abbacy, Ph.D, beliau sekarang bertugas di Kampus STFI Sadra Lebak Bulus Jakarta, Beliau mempunyai kelebihan mampu berbicara lima bahasa yaitu Arab, Inggris, Perancis, Persia dan Bahasa Indonesia. Beliau memberi materi dengan judul “The role of Sufism in education according to Imam Ghazali”. Beliau mengawali materi dengan menjelaskan biografi Imam Ghazali. Beliau banyak menyampaikan tentang kelebihan, pembagian ilmu yang di padu dengan karakter nilai sufi.
Pemateri Kedua yaitu Dr. Hayati, M.Ag, beliau merupakan alumni pertama Fakultas FAI USM yang sudah menyelesaikan studi doctor nya di awal tahun 2019. Beliau menyampaikan materi dengan judul “Transformation of Sufism Values in Education” atau Transformasi nilai nilai sufi dalam pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa Ilmu tasawuf itu penting untuk cara mendekatkan diri kepada Allah, “man ‘arafa nafsahu, ‘arafa rabbahu”, kita tidak pernah mengatur degupan jantung kita, tapi itu semua bergerak dengan kehendak Allah swt. Beliau menambahkan, tasawuf sangat diperlukan dalam mendidik generasi zaman milenial sekarang ini. Beliau berharap Konsep Nilai Sufi ini tidak hanya dipahami dalam ranah kognitif saja, dan seharusnya harus diwujudkan dalam sikap dan pergaulan sehari hari.
Acara ini dibawa oleh Dr. Rahmadon, M.Ed yang merupakan doctor terbaik yang dimiliki oleh kampus Universitas serambi Mekkah, selain pandai memimpin seminar dengan pengantar bahasa Arab, beliau juga banyak mengisi kegiatn kegiatan keilmuan baik Nasional maupun international.
Wakil Dekan FAI, Zulfadli, S.Sos,I, M.A merupakan inisiator pertama sukses nya seminar ini dengan membangun komunikasi dengan pemateri dan sehingga acara ini menjadi sukses dan berhasil dengan diketuai oleh Zainal Abidin, M.Ag. Beliau berharap di masa yang akan datang, FAI terus optimis untuk memajukan kegiatan kegiatan seminar dalam tema tema yang milenial.

Berikut adalah foto-foto kegiatan acara tersebut.

PGSD USM Adakan Kuliah Umum Kebencanaan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertema “Pentingnya Pendidikan Terhadap Penanggulangan Bencana”. Kuliah umum tersebut menghadirkan seorang narasumber ahli yaitu Bapak Fadhil, S.Sos, MM selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh dan dipandu oleh seorang Moderator yaitu Bapak Drs. M. Isa rani, M.Pd selaku dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Serambi Mekkah. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika dan mahasiswa/i Universitas Serambi Mekkah itu diselenggarakan pada Kamis (21/3) di Aula Dr. Mr. H. Teuku Moehammmad Hasan Universitas Serambi Mekkah. Pada kesempatan tersebut, Bapak Fadhil, S.Sos, MM menyampaikan berbagai upaya- upaya dan kebijakan pemerintah dalam mengurangi risiko bencana, khususnya di Kota Banda Banda Aceh. Dari data dapat dilihat bahwa terdapat kecenderungan kejadian bencana di Daerah Kota Banda Aceh dalam rentang waktu tahun 2000-2014 yaitu: Bencana yang kecenderungan kejadiannya meningkat terjadi pada bencana cuaca ekstrim dan kebakaran gedung dan pemukiman, dan bencana yang kecenderungan kejadiannya tetap adalah banjir dan gempa bumi. Untuk bencana Tsunami walau baru sekali terjadi dalam kurun waktu 15 tahun namun bisa di kategorikan tetap karena mempunyai siklus perulangan kejadian yang sangat lama yaitu lebih kurang 100 tahun berdasarkan sumber informasi yang ada begitu juga untuk bencana banjir dengan frekuensi kejadian turun naik setiap tahunnya sehingga bisa dikatakan kecenderungannya tetap. Tak hanya itu, beliau juga memperlihatkan data sekolah di Kota Banda Aceh dari sumber statistik Kota Banda Aceh tahun 2018, yaitu terdapat 482 sekolah berdasarkan jenis tingkatannnya mulai dari PAUD hingga PTN/PTS, dan terdapat 246 sekolah yang rentan akan terjadinya bencana alam di Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil kajian Risiko Bencana serta data, maka Kota Banda Aceh adalah salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai tingkat Kerentanan dan Kerawanan Bencana tinggi, untuk itu arah Kebijakan Pemerintah kota Banda Aceh adalah Mengwujudkan Kota Banda Aceh sebagai” Kota yang Tangguh Bencana” artinya Membangun Sistem di Masyarakat (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat) yang mampu mengantisipasi, bertahan, mampu meredam/mitigasi, mampu melindungi dan beradaptasi serta mampu untuk pulih kembali dengan lebih baik dan lebih aman. Kalaksa BPBD Kota Banda Aceh itu juga mengatakan bahwa hingga saat ini Struktur tanah “ALUVIAL” Kota Banda Aceh mengandung Lempung Pasiran , yang tersebar hampir disemua kecamatan dan yang sedikit lebih hanya sebahagian Baiturahman dan Lueng Bata, yang hal ini akan berakibat bisa terjadinya Bencana Likuifaksi. “Bencana alam sewaktu-waktu akan terjadi dimana saja dan kapan saja tanpa bisa kita prediksi dan kita duga. Apa yang harus kita lakukan? Tentunya kita perlu melakukan penyelamatan diri dengan berbagai cara agar kita terhindar dan selamat dari bencana itu. Namun hal yang paling utama adalah dengan meningkatkan dan menanamkan nilai keimanan/spiritual (nilai agama) dalam diri masing-masing. Saat terjadi bencana alam perbanyaklah bertasbih dan berzdkir kepada Allah SWT. karena itulah kekuatan yang kita miliki” ujar Bapak Fadhil, S.Sos, MM. Sementara itu, Ketua panitia Bapak Erdi Surya, S,Pd, M. Pd menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bentuk kerja sama yang dijalin USM dan BPBD Kota Banda Aceh. Kemudian Ka. Prodi PSGD yaitu Ibu Maulidar, S.Pd, M.Pd juga menyampaikan pendidikan kebencanaan diharapkan diterapkan di bangku Sekolah Dasar (SD) dan masuk ke dalam kurikulum nasional. Rektor Universitas Serambi Mekkah yang diwakilkan oleh Bapak Wakil Rektor I Bidang Akademik yaitu Bapak Ir. H. T. Makmur, M.Si, Bapak Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan yaitu Bapak Jalaluddin, S.Pd, M.Pd, dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang Wakilkan oleh Wakil Dekan I yaitu Bapak Drs. M. Ridhwan, M.Si, seluruh Ka. Prodi dan dosen dalam ruang lingkup FKIP, serta mahasiswa Universitas Serambi Mekkah turut hadir dalam acara tersebut. Turut hadir juga Kepala Sekolah dan guru-guru Sekolah Dasar Kota Banda Aceh, salah satunya yaitu Kepala Sekolah SD Negeri 50 Banda Aceh. Acara kuliah umum ini diharapkan agar mahasiswa dapat meningkatkan dan menambah ilmu pengetahuan tentang bencana alam, mengetahui keselamatan dasar dalam mengahadapi bencana secara mandiri dan mampu bertindah pra dan pasca bencana alam itu terjadi

Mahasiswa Piaud FAI USM Mengikuti Workshop Penyusunan Laporan Kegiatan Dan Laporan Pertangung Jawaban Kegiatan Mahasiswa

Pada hari Jum’at tanggal 8 Maret 2019 bertempat di ruang kuliah umum yang sering disebut RKU lantai tiga Universitas Serambi Mekkah. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 17.00. Program studi pendidikan Islam anak usia dini mendapat undangan dari badan penjaminan mutu mengenai kegiatan workshop. Ketua program studi ibu Dr. Wahyu Khafidah, MA mengharapkan peserta agar mengikuti workshop secara menyeluruh dan hasil dari kegiatan workshop dapat direalisasikan pada prodi PIAUD. Adapun perwakilan mahasiswa PIAUD semester enam yang bernama Sunita Temasmi, Marlina dan Adelia Damayanti. Mengikuti workshop dengan tema penyusunan laporan kegiatan dan laporan pertanggung jawaban kegiatan pada himpunan mahasiswa di lingkungan USM. Workshop ini bertujuan untuk pemahamanan mahasiswa mengenai akreditasi.

Dari hasil mengikuti workshop ini mahasiswa mengetahui bahwa penting adanya laporan kegiatan, tentang pertanggunag jawaban pada himpunan mahasiswa di lingkungan Universitas Serambi Mekkah, karena kalau tidak ada laporan kegiatan maka kegiatan itu tidak di anggap rill atau sempurna dan soft copy laporan kegiatan harus di serahkan kepada fakultas atau prodi untuk menjadi arsip dan di butuhkan untuk memenuhi re akreditasi fakultas atau program studi.

Ibu Dra.Sri Ismulyati M.Pd menjelakan tentang jika mengadakan kegiatan mahasiswa contoh nya seperti kegiatan peusijuk yang di lakukan pada setahun sekali untuk penyambutan atau pengesahan mahasiswa baru. Kita harus membentuk panitia gununya untuk mensukseskan acara kegiatan yang harus dilakukan. Adapun panitia harus dibutuhkan untuk kegiatan adalah:

  1. Ketua kegiatan
  2. Serketaris
  3. Bendahara
  4. Seksi konsumsi
  5. Seksi keamanan
  6. Seksi perlengkapan dan Dekorasi
  7. Seksi Humas/publikasi
  8. Seksi acara

Dan kita juga membutuhkan dana. Acara tidak berjalan dengan lancar jika tidak ada dana. Dana yang di peroleh untuk acara Peusijuk ini dari MABA ( mahasiswa baru) dan dari yayasan yang persyaratannya harus membuatan proposal yang disetujui oleh wakil rektor.

Berikut adalah foto kegiatan acara tersebut

Dekan FT USM, Lantik Pengurus BEM FT USM

Pada hari Senin, 11 Maret 2019, dengan mengucapkan janji dan sumpah, Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah (BEM FT USM) periode 2019 – 2020 yang diketuai Muhammad Alfisyahrin, resmi dilantik oleh Dekan FT USM, Muhammad Fadhli, S.Kom., M.Kom.

Pelantikan tersebut dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Dr. Mr. Teuku Muhammad Hasan, Universitas Serambi Mekkah. Pelantikan juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah.

Prosesi pelantikan berjalan dengan khidmat dan lancar, Pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan SK Dekan FT USM mengenai pengangkatan Ketua BEM beserta jajarannya. Kemudian dilanjutkan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik USM, sekaligus penandatangan berkas serah terima jabatan oleh Pengurus Lama dan Pengurus Baru dengan disaksikan juga oleh Wakil Dekan III FT USM, Ir. TM Zulfikar, MP.

Dekan FT USM berharap agar kepengurusan periode ini lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. “Perbaiki lagi koordinasi antara BEM FT dengan pihak fakultas” ungkap Dekan mengevaluasi kepengurusan periode sebelumnya.

Sementara itu Wakil Dekan III, TM Zulfikar dalam arahan motivasinya setelah prosesi Pelantikan tersebut mengatakan bahwa dinamika kehidupan kampus tak lepas dari peran organisasi mahasiswa dalam seluk beluk aktivitasnya. Dengan tujuan mengembangkan softskills mahasiswa dibidang kepemimpinan, manajemen dan berbagai aspek softskills lain, pengurus organisasi mahasiswa senantiasa mewarnai kehidupan kampus dengan berbagai program kerja yang direncanakan dan kemudian dilaksanakan oleh pengurus dan diikuti oleh mahasiswa beserta khayalak umum.

BEM FT USM diharapkan mampu mewarnai dinamika kampus di Fakultas Teknik dan USM dengan berbagai aktifitas yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Dalam bagian lain sambutannya Dekan FT USM memberi beberapa saran dan motivasi bagi pengurus BEM FT USM yang hendak melaksanakan kepengurusan selama satu periode kedepan, Dekan FT USM mengharapkan agar pengurus BEM senantiasa memberi inovasi menekankan aspek kebermanfaatan dalam program kerja yang hendak dilaksanakan. “Amanah serta tanggungjawab yang besar telah menunggu anda semua untuk direalisasikan”, ungkap Dekan FT.

“Anda semua sebagai para pengurus organisasi mahasiswa, tentunya adalah orang-orang terpilih, maka dari itu teruslah menjadi inspirasi dan teladan yang baik”, timpalnya.

Di akhir sambutan, Dekan FT mencoba memberi semangat bagi pengurus BEM FT USM dengan meneriakkan jargon “Hidup Teknik!” teriak beliau dengan semangat.

Demikian Siaran Pers ini disampaikan. Atas bantuan dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.

Atas Nama Dekan FT USM

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan,

Tertanda

Ir. TM Zulfikar, MP

08126901283

Berikut adalah foto-foto kegiatan tersebut