THM Sulaiman Shah, Wartawan Yang Membangun Pendidikan Aceh

Share to your social networks

ayah2

Banda Aceh; Aktivitas yang ia lakukan saban hari, bagi laki-laki yang lahir 5 Desember di Sigli 70 tahun silam itu, rasanya sangat luar biasa. Pikiran dan tenaga sepenuhnya dicurahkan mengembangkan Universitas Serambi Mekkah (USM) Aceh. Dengan jiwa seninya pula, universitas itupun berkembang pesat hingga kini.

Tugas dan tanggung jawab itu, adalah amanah yang diemban sebagai Ketua Umum Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah (YPSM). Yayasan ini didirikan DR. Mr. H. Teuku Moehammad Hasan, yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 76 Tahun 1984.

Lewat payung YPSM, Moehammad Hasan mendirikan Perguruan Tinggi Serambi Mekkah (PTSM) dengan izin operasional 18 Juli 1985. Lalu pada 23 Juli 1987 memperoleh status terdaftar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Tokoh pendiri YPSM ini adalah salah satu bapak bangsa (pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia), yang ikut serta sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Atas jasa-jasanya, pemerintah kemudian menganugerahkan Pahlawan Nasional Republik Indonesia kepadanya.

Sejak beliau wafat tahun 1999, YPSM dipimpin putrinya Pocut Hajjah Keumalawati. Arus perkembangan dan kualitas penyelenggaraan PTSM yang meningkat, sejak tahun 2000 hampir seluruh program studi dilingkungan PTSM mendapat status Terakreditasi BAN PT. Pihak YPSM juga merespon cepat kebutuhan nyata masyarakat Aceh dengan merubah dan meningkatkan status PTSM menjadi Universitas Serambi Mekkah, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tahun 2002, kala Pocut Hajjah Keumalawati dan THM Sulaiman Shah memimpin.

Mulai tahun 2004, THM Sulaiman Shah, yang merupakan suami Hajjah Pocut Keumalawati, melanjutkan kepemimpinan YPSM hingga sekarang. Sebagai Ketua Umum YPSM, fasilitas dan sarana perkuliahan USM terus ia kembangkan agar mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan nyaman.

Wartawan Kharisma dan tangan dingin THM Sulaiman Shah yang hanya menyelesaikan pendidikan terakhir jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), USM terus dibangun dan dikembangkannya. Hingga universitas itu menjadi salah satu perguruan tinggi swasta tertua dan terdepan di Banda Aceh. Terkait akreditasi, semua program studi dari delapan fakultas di USM semuanya sudah berakreditasi B dan C. “Enam prodi akreditasi B dan sisanya C,” sebut Ayahanda yang menyebutkan USM sudah mewisuda sekitar 60 ribu lulusan dari 25 angkatan dan mempunyai pengajar 645 orang.

Beberapa waktu lalu, Ayahanda bersama Rektor USM menghadiri Kongres Universitas Internasional di Turki. Lebih 300 perwakilan dari 200 negara hadir dalam kongres itu. Kongres tersebut sepakat membangun sebuah kerjasama dengan 300 universitas didunia. USM dari Aceh ikut dalam kerjasama itu yang kesepakatannya ditandatangani Rektor USM DR. H. Abdul Gani Asyiek, MA. Kepiawaian Ayahanda, begitu sapaan akrab THM Sulaiman Shah memimpin YPSM sebagai kurator atau wali amanah USM, penghargaan ‘Top Leader in Development Award’ pun disematkan padanya tahun 2009 lalu. Sebuah prestasi bidang kepemimpinan.

Sejumlah penghargaan lainnya dalam kiprah membangun dunia pendidikan di Aceh.
Ternyata, Ayahanda seorang jurnalis dimasa mudanya. Bahkan dia punya satu koran harian Nusa Putra dan dua mingguan Kelana dan Darma Bakti tahun 60-an. “Dulu kami dikasih kertas gratis dari pemerintah dan menyiapkan cetak koran itu lama karena masih pakai plat timah,” ungkapnya. Di depan forum citivitas akademika maupun kegiatan sosial kemahasiswaan lainnya, Ayahanda kerap membacakan puisi diakhir sambutannya. Gelora seni itu membara dalam tubuhnya, dalam menyampaikan pesan kedamaian, keteguhan jiwa, ketulusannya membuka ruang pendidikan untuk generasi muda Aceh.

Jiwa seninya, ternyata sudah lama ia tekuni termasuk memimpin sanggar seni. Dibidang seni dan budaya ini, Ayahanda punya nama T. S. Ratnawangsa. Ia pernah mengisi acara puisi pada pertemuan sastra bertaraf internasional di Brunei Darussalam. Puisi karya seni spontan yang terucap dari bibirnya, karena ia memang jarang menulis puisi-puisinya.

Diusianya yang senja, ia terus berkarya mendarmabaktikan hidupnya demi kemajuan pendidikan Aceh dan USM khususnya. Ia punya obsesi membangun USM dalam satu kampus. “Semoga yang saya cita-citakan dengan dukungan semua pihak segera terwujud. Insya Allah,” tuturnya. Semua yang dilakukan Ayahanda mendapat dengan dukungan penuh anak dan istrinya, sebagai sebuah ikhtiar mewujudkan cita-cita mencerdaskan generasi muda yang akan membangun kesejahteraan bagi masyarakat Aceh masa depan.(Zainuddin Ali Kumba)

Sumber: Suara Umum Aceh

Share to your social networks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code
     
 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.