Natural Aceh Kerjasama Dengan USM Adakan Workshop Mangrove

Share to your social networks

Lembaga Natural Aceh bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP USM Melakukan Workshop bagi Ibu-ibu petani tiram Gampong Alue Naga selama 3 hari dengan tema restorasi mangrove sebagai upaya penyelamatan kawasan pesisir Kota Banda Aceh. Rektor Universitas Serambi Mekkah Dr. H. Abdul Gani Asyik, MA yang didampingi oleh Dekan FKIP USM Dr. Israwati M.Si dalam sambutannya mengatakan Prodi Pendidikan Biologi FKIP USM saat ini telah memiliki sumber daya yang bisa terlibat dalam banyak penelitian dan program bidang biologi termasuk untuk area pesisir, ekosistem dan konservasi. Sementara itu Manager Program Mangrove Natural Aceh, Ellena Yusti, M.Si menyampaikan bahwa workshop ini akan berlangsung selama 3 hari penuh dan diikuti oleh 75 orang petani tiram Alue Naga dan 27 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh yang mempunyai ketertarikan dan komunitas yang berhubungan dengan mangrove, pesisir, lingkungan dan komunitas marginal serta para Dosen FKIP Biologi USM. Para pemateri sendiri adalah ahli-ahli yang selama ini berkecimpung dalam kegiatan dan program mangrove di Aceh yaitu: Zakiah, S.Hut, MP (Dosen STIK Pante Kulu), Dede Suhendra (Project Leader WWF Indonesia Northern Sumatra Program), Dr. Evi Apriana, M.Pd (Dosen FKIP Biologi USM), Muhammad (Aktivis/Tokoh Peduli Mangrove), dan Cut Maila Hanum M.Si. Pada pembukaan kegiatan ini juga dilakukan penyerahan Mangrove Corner dari Natural Aceh kepada Prodi Pendidikan Biologi USM sebagai pusat diseminasi dan riset Mangrove di Aceh. Antusiasme petani tiram dalam workshop ini sangatlah tinggi, dalam setiap diskusi para ibu-ibu terlihat semangat menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait dengan mangrove. Mereka menyadari keberadaan mangrove ini sangat penting dan berharap pemerintah atau organisasi memberikan pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan mangrove serta penanaman yang lebih banyak. Workshop ini sendiri beranjak dari hasil riset Natural Aceh sebelumnya yang merekomendasikan perbaikan ekosistem pesisir dengan melakukan penanaman kembali mangrove dengan tujuan untuk mengurangi dampak bencana di Gampong Alue Naga sehingga keberadaan mangrove akan memberikan manfaat besar bagi petani tiram, karena bibit tiram akan menempel pada batang-batang mangrove atau substrat lainnya yang berada di sekitar ekosistem mangrove. Masyarakat sekitar sangat penting dilibatkan karena keberadaan dan manfaat mangrove berdampak langsung terhadap kehidupan mereka. Ketua Panitia Workshop Rivan Rinaldi, S.Pd juga menginformasikan bahwa workshop ini akan ditutup dengan penanaman seribu bibit mangrove di gampong Alue Naga pada tanggal 10 Juni 2017 pukul 14:00 WIB. Penanaman 1000 batang mangrove dibuka oleh kepala BPDASLH Krueng Aceh Ahmad Sofyan SE, M.Si dan dihadiri oleh Kementerian Kehutanan, BPBD Kota Banda Aceh, Forum PRB Aceh, serta berbagai perwakilan instansi pemerintah/organisasi/institusi dan komunitas.
Total tercatat 438 peserta yang terlibat dalam penanaman ini, selain para peserta workshop yang berjumlah 75 ibu-ibu pencari tiram dari Gampong Alue Naga. Antusias banyaknya yang terlibat dalam penanaman ini bukan hanya menyebabkan penanaman berlangsung sangat cepat tapi membuktikan bahwa kepeduliaan serta status mangrove di Aceh telah menjadi perhatian banyak kalangan dari berbagai bidang (akademisi, ekonomi, kebencanaan, lingkungan, dan sosial).

Berikut adalah foto-foto kegiatan tersebut.

Share to your social networks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code