Universitas Serambi Mekkah dan Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh Melakukan Penandatanganan MoU

Universitas Serambi Mekkah telah menjalin kerja sama melalui Nota Kesepahaman dengan Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh (BPS Aceh) pada tanggal 11 Juli 2019 di Ruang Aula lantai tiga BPS Aceh. Nota kesepahaman (MoU) ini ditandatangani oleh Rektor Universitas Serambi Mekkah, Bapak Dr. H. Said Usman, S.Pd., M.Kes dengan Kepala BPS bapak Drs. Wahyudin, M.M. penandatanganan MoU ini dilaksanakan secara sekuen dengan penandatangan MoU antara BPS Aceh dengan Universitas Teuku Umar Aceh Barat. Setelah acara penandatangan MoU, diikuti dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama (MoA) antara Fakultas Teknik USM dengan BPS Aceh oleh Dekan Fakultas Teknik Bapak M. Fadhli, S.Kom., M.Kom. dan Kepala BPS Aceh Bapak Drs. Wahyudin, M.M. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Kepala BPS Aceh beserta beberapa pejabat dan staf BPS Aceh, Rektor USM, Wakil Rektor III USM, Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama USM, Dekan Fakultas Teknik USM, Wakil Dekan I dan III FT USM, Ketua SPMF FT USM, ketua Prodi FT USM, Rektor UTU, Wakil Rektor III UTU, Dekan Fakultas Ekonomi UTU dan para dosen UTU.

Dalam sambutannya, Rektor USM menyampaikan bahwa Kerjasama dengan BPS ini dilalukan dalam hal Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya melibatkan dosen namun juga mahasiswa. Rektor berharap, BPS Aceh sebagai badan pemerintah non kementerian yang memiliki sumber data statistik dasar yang didapat dari sensus dan survey nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh civitas USM untuk keperluan penelitian dan publikasi dalam memecahkan persoalan yang ada di Aceh. Selain itu USM sebagai institusi pendidikanakan ikut mensukseskan kegiatan Sensus Penduduk 2020. Sebagai tambahan, Rektor menginginkan dari kedua belah pihak dapat terlibat aktif dalam merealisasikan MoU yang telah ditangani.

Kemudian, Kepala BPS Aceh dalam sambutannya menyampaikan bahwa penadatangan MoU dengan institusi pendidikan di Aceh yang berlangsung pada hari tersebut merupakan penandatanganan MoU yang ketiga setelah tiga tahun lalu dengan dua universitas di Aceh. Beliau sangat menginginkan para akademisi dan mahasiswa dapat memanfaatkan data BPS Aceh dengan maksimal. BPS memberikan pelayanan akses data bernilai Rp 0,- untuk para mahasiswa dan dosen yang ingin membuat tugas akhir, penelitian dan publikasi. Selain memberikan pelayanan data BPS juga memberikan pelayana pelatihan statistik kepada mahasiswa dan dosen. Selanjutnya, beliau menghimbau agar institusi pendidikan turut serta dalam mensukseskan Sensus Penduduk 2020 baik dalam hal promosi atau melibatkan diri secara langsung dalam pelaksanaan sensus.

Berikut adalah foto-foto kegiatan acara tersebut.

 

Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Wisata Ulee Lheue Dalam Memanfaatkan Limbah Bonggol Jagung dan Kulit Durian Menjadi Briket Sebagai Bahan Bakar Alternative yang Bernilai Ekonomis.

Universitas Serambi Mekkah (USM) bersama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Serambi Mekkah mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan bonggol jagung dan limbah kulit durian menjadi briket di kawasan wisata ulee lheue. Kawasan pantai Ule Lhee merupakan salah satu kawasan wisata halal yang mempunyai beragam tempat dan kuliner untuk wisatawan. Salah satunya adalah kuliner pantai ulee lheue. Kegiatan yang paling populer di pantai ule lhee ini adalah duduk santai ditepian pantai dengan menikmati jagung bakar. Hal ini mengakibatkan tingginya volume bonggol jagung yang merupakan bahan baku yang dapat di olah sebagai biomassa energe alternative berupa briket. Acara ini dilakukan selama satu hari pada tanggal 1 juli 2019 yang bertempat di gedung serbaguna gampong Ulee Lheue. Tujuan pelaksanan pemberdayaan ini adalah upaya dari pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket yang memiliki nilai ekonomis. Acara di buka oleh Irhamni, ST., MT yang merupakan ketua peneliti dari Universitas Serambi mekkah Prodi Teknik Lingkungan. Penyerahan plakat diterima oleh ibu Sufatmiaty selaku ketua PKK gampong ulee lheue kecamatan meraxa, kota banda aceh. Peserta terdiri dari ibu-ibu produktif yang memiliki usaha jagung bakar. Keterlibatan dalam proses pembuatan briket masyarakat tersebut sangat antusias dalam mengikuti pemberdayaan pada pemanfaatakan limbah bonggol jagung dan kulit durian menjadi briket sebagai bakar alternative yang bernilai ekonomis. Dedi Armasyah, SE selaku kechiek Gampong Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, menyatakan pemberdayaan ini dapat meningkatkan pengetahuan msayrakat dalam mengurangi volume sampah khususnya bonggol jagung.

Ucapan termasih ketua pelaksana kepada LPPM Universitas Serambi Kekkah, tim peneliti, perangkat gampong ulee lheue, ibu-ibu PKK gampong ulee lheue Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh yang telah memfalisitasi kegiatan ini. Ucapan terimakasih kepada RISTEKDIKTI yang telah mendanai penelitian pemberdayaan masyarakat (PKM) di bawah LPPM Universitas Serambi Mekkah. Redaksi Irhamni, ST.,MT dan Saudah, S.Pd.,M.Si.

Berikut adalah foto kegiatan acara tersebut.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris melaksanakan KKN/PPL Internasional di Thailand

Universitas Serambi Mekkah memberangkatkan 4 mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris ke Thailand Selatan untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata/ Program Pengalaman Lapangan (KKN/PPL). Kegiatan magang PPL ini merupakan kegiatan internasional ketiga yang dilaksanakan setelah berhasil pelaksanaan dan mendapatkan antusias yang baik pada dua tahun pertama yaitu periode Mei – September 2017 dan Juni – Oktober 2018. Kegiatan KKN/PPL angkatan Ke-3 USM ini akan berlangsung selama empat bulan, bermula pada tanggal 12 Juni dan akan selesai pada 11 Oktober 2019 yang diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir program studi Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 4 orang yang terdiri atas 3 putri dan 1 putra. Keberangkatan mahasiswa tersebut di dampingi oleh Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjamasa USM dan ikut pula seorang orang tua mahasiswa.

Rombongan berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Kuala Lumpur pada tanggal 11 Juni dan selanjutnya menuju Pattani, Thailand Selatan dengan transportasi darat, bus, yang memakan waktu kurang lebih 12 jam. Menurut Kepala KUIK “Program KKN/PPL ini merupakan salah satu realisasi kerjasama antara Badan Alumni Thailand Selatan dengan USM dan beberapa kampus negeri dan swasta di Indonesia. Tahun ini ada 15 Universitas yang ikut mengirimkan mahasiswa dengan total keseluruhan peserta 50 orang. Antusiasme yang luar biasa dari peserta didasarkan dari pengalaman para senior yang telah mendapatkan manfaat keilmuan dan pengalaman yang luar biasa selama mengikuti program”.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Konsulat Indonesia di Songkla, Bapak Fachry Sulaiman, perwakilan Kementerian Pendidikan Thailand, Ketua Badan Alumni Thailand Selatan, dan Pimpinan Sekolah/ Madrasah penempatan mahasiswa KKN/PPL. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan haru perpisahan antara sesama mahasiswa bertempat di gedung Majelis Ulama, Pattani, Thailand Selatan.

Setelah kegiatan pelepasan mahasiswa, USM dan 3 universitas lainnya melakukan prosesi penandatangan MoU dengan ketua Badan Alumni Thailand Selatan, Bapak Hj. Sayutee Hayeetahai. Ini merupakan perpanjangan MoU dari MoU awal tahun 2016 yang lalu

IPD Selenggarakan Silaturahmi Dosen

Ikatan Persaudaraan Dosen Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah (IPD YPSM) Universitas Serambi Mekkah (USM) menyelengarakan kegiatan silaturahmi dosen dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban antar dosen di lingkungan USM,  acara ini juga banyak dihadiri oleh dosen-dosen di USM dan para dosen sangat antusias dalam mengikuti acara ini.  Acara ini juga ditutupi dengan sajian khenduri ala kuah beulangong, berikut adalah foto-foto kegiatan acara tersebut.

 

 

Dosen & Mahasiswa PIAUD USM Mengikuti Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Sejak Dini

Acara sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga sejak dini ini dibuka pada pukul 09.00. Registrasi peserta dilaksanakan pada pukul 08.00 pagi. Acara dilaksanakan di aula hotel hermes. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian sambutan dari kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dr. Media Yulizar. Kemudian sambutan dari asisten deputi perlindungan hak perempuan kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Ali Khasan, SH, M.Si. Acara dibuka oleh wakil walikota Banda Aceh Zainal Arifin.

Pemateri pada acara sosialisasi ini adalah pertama asisten deputi perlindungan hak perempuan kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kedua kepala dinas dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Banda Aceh, ketiga pihak kepolisian unit pelayanan perempuan dan anak dan pemateri pak Jamil. keempat Tien Kurniatin dari forkom KPP-PA.

Kekerasan dalam rumah tangga (disingkat KDRT) adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

Undang-undang republik Indonesia nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Pasal 3 menyebutkan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dilaksanakan berdasarkan asas: a. penghormatan hak asasi manusia; b. keadilan dan kesetaraan gender; c. nondiskriminasi; dan d. perlindungan korban. Pasal 4 menyebutkan tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bertujuan: a. mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga; b. melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga; c. menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga; dan d. memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Ruang lingkup tindakan KDRT adalah perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Sebagian besar korban KDRT adalah kaum perempuan (istri) dan pelakunya adalah suami, walaupun ada juga korban justru sebaliknya, atau orang-orang yang tersubordinasi di dalam rumah tangga itu. Pelaku atau korban KDRT adalah orang yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, perwalian dengan suami, dan anak bahkan pembatu rumah tangga yang tinggal dalam sebuah rumah tangga.

Bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi adalah:

  1. Kekerasan fisik ringan, berupa menampar, menjambak, mendorong, dan perbuatan lainnya yang mengakibatkan: cedera ringan, Rasa sakit dan luka fisik yang tidak masuk dalam kategori berat. Melakukan repitisi kekerasan fisik ringan dapat dimasukkan ke dalam jenis kekerasan berat.

Kekerasan psikis. Kekerasan Psikis Berat, berupa tindakan pengendalian, manipulasi, eksploitasi, kesewenangan, perendahan dan penghinaan, dalam bentuk pelarangan, pemaksaan dan isolasi sosial; tindakan dan atau ucapan yang merendahkan atau menghina; penguntitan; kekerasan dan atau ancaman kekerasan fisik, seksual dan ekonomis; yang masing-masingnya bisa mengakibatkan penderitaan psikis berat berupa salah satu atau beberapa hal berikut: Gangguan tidur atau gangguan makan atau ketergantungan obat atau disfungsi seksual yang salah satu atau kesemuanya berat dan atau menahun.

Penyebab KDRT adalah: a. Laki-laki dan perempuan tidak dalam posisi yang setara. b. Masyarakat menganggap laki-laki dengan menanamkan anggapan bahwa laki-laki harus kuat, berani serta tanpa ampun. c. KDRT dianggap bukan sebagai permasalahan sosial, tetapi persoalan pribadi terhadap relasi suami istri. d. Pemahaman keliru sehingga timbul anggapan bahwa laki-laki boleh menguasai perempuan

Undang-ndang ini dimaksudkan memberikan efek jera bagi pelaku KDRT, ancaman hukuman yang tidak mencantumkan hukuman minimal dan hanya hukuman maksimal sehingga berupa ancaman hukuman alternatif kurungan atau denda terasa terlalu ringan bila dibandingkan dengan dampak yang diterima korban, bahkan lebih menguntungkan bila menggunakan ketentuan hukum sebagaimana yang diatur dalam KUHP. Apalagi jika korban mengalami cacat fisik, psikis, atau bahkan korban meninggal. Sebagai UU yang memfokuskan pada proses penanganan hukum pidana dan penghukuman dari korban, untuk itu, perlu upaya strategis di luar diri korban guna mendukung dan memberikan perlindungan bagi korban dalam rangka mengungkapkan kasus KDRT yang menimpa.

Kekerasan dalam rumah tangga ini mengkhawatirkan banyak pihak, dari data simfoni KPPPA tahun 2015 berjumlah 148 kasus, 2016 meningkat menjadi 453 kasus. Tahun 2017 435 kasus. Pada tahun 2018 KDRT di provinsi Aceh terdapat 436 kasus. Tahun 2019 KDRT terdapat 95 kasus. Kota Banda Aceh tahun 2018 terdapat 89 kasus, tahun 2019 terdapat 16 kasus. KDRT umumnya dikelompokan dalam empat hal yaitu kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran rumah tangga.

Pencegahan kekerasan dalam rumah tangga antara lain dilakukan dengan cara:

  1. Keluarga wajib mengamalkan ajaran agama. Bapak harus menjadi imam bagi isteri, anak-anak serta keluarga, dan Ibu imam bagi anak-anak dan dalam mengatur urusan rumah tangga.
  2. Harus dikembangkan komunikasi timbal balik antara suami, isteri dan anak-anak.
  3. Isteri wajib mendidik anak sejak kecil, kalau marah jangan memukul dan berkata kasar.
  4. Kalau ada masalah harus diselesaikan dengan dialog.
  5. Jika terjadi pertengkaran serius, salah satu atau kedua-duanya harus meminta kepada orang yang dituakan untuk memediasi.

Penanganan korban dan pencegahan KDRT dapat dilakukan sejak dini. Dengan adanya sosialisasi sejak dini maka rantai KDRT dapat dipotong dengan memberikan sosialisasi kepada pemuda/pemudi diberi bekal pemahaman tentang pemahaman KDRT. Semakin dini pemuda/pemudi mengetahui faktor penyebab KDRT makin dini juga mereka dapat mencegah tindakan KDRT saat mereka memasuki mahligai rumah tangga. Acara sosialisasi ini berakhir pada pukul 16.30 ditutup oleh kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Berikut adalah foto-foto kegiatan acara tersebut.