Kerjasama

Syukuran Bersama Prof Chen

Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah (FTUSM) mengadakan acara syukuran di pantai Ulee Lheu Banda Aceh tadi pagi. Acara syukuran ini adalah bentuk jalinan silaturrahmi antar sesama dosen dan staf di FTUSM, acara syukuran ini juga menghadirkan tamu dari National Chiao Tung University Taiwan Prof. Chen Yong Sheng yang akan menjadi tamu kehormatan pada kuliah umum yang akan dilaksanakan di aula Mr. Dr. TH. Moehammad Hasan besok pagi. Berikut adalah foto-foto kegiatan acara syukuran tersebut.

[Best_Wordpress_Gallery id=”45″ gal_title=”Syukuran Fakultas Teknik USM”]

The 2nd International Conference 2016

Universitas Serambi Mekkah (USM) kembali menyelenggarakan seminar internasional yang kedua tahun 2016 setelah sukses melaksanakan seminar pertama tahun 2015. Pemateri pada seminar kali ini berasal dari Amerika Serikat, Taiwan, Turki, Thailand dan Indonesia. Berikut adalah foto-foto kegiatan pembukaan seminar internasional yang berlangsung di aula Dr. Mr. T.H. Moehammad Hasan USM.

[Best_Wordpress_Gallery id=”43″ gal_title=”International Conference 2016″]

Mahasiswa Thailand Kuliah di USM

Tahun akademik 2016/2017, tujuh mahasiswa asal Thailand akan belajar di Universitas Serambi Mekkah (USM) Banda Aceh. Tujuh mahasiswa luar negeri itu akan bergabung dengan mahasiswa baru lainnya pada kuliah hari pertama tanggal 19 September 2016 mendatang.

Rektor Universitas Serambi Mekkah, Dr. H. Abdul Gani Asyik, MA, didampingi Wakil Rektor III, Jalaluddin SPd, MPd, Selasa (13/9) mengatakan, tujuh mahasiswa asal Thailand itu memilih program studi (prodi) Bahasa Indonesia dan Sastra pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Prodi Akuntasi pada Fakultas Ekonomi USM. Selain mahasiswa Thailand, sebelumnya, USM juga sudah menerima mahasiswa dari negara Turki dan Malaysia.

Abdul Gani Asyik mengatakan, selain mahasiswa luar negeri kuliah di USM, mahasiswa perguruan tinggi itu juga akan melakukan pengabdian di Thailand untuk melatih siswa-siswi sekolah menengah belajar Bahasa Indonesia. “Program penerimaan mahasiswa dan pengabdian masyarakat Thailand itu merupakan implementasi kesepakatan bersama antara Pemerintah Thailand dengan USM yang disepakati tiga bulan lalu,” ujar Jalaluddin.

Guna meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) dan pengabdian mahasiswa, lanjutnya, USM sedang melakukan penguatan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri.

Ketua Umum Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah (YPSM) selaku Badan Penyelenggara USM, Ir Teuku Iskandar Shah mendukung program kerjasama itu dan memberikan apresiasi kepada pimpinan USM terhadap keberhasilan mempromosikan USM ke luar negeri. “Kerjasama antar perguruan tinggi sangat diperlukan untuk peningkatan mutu lulusan, sehingga alumni USM lebih mandiri,” ujar Teuku Iskandar Shah.

Sumber : Serambi Indonesia

11 PTS Aceh akan Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Malaysia

Sebelas perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIII Aceh sedang menjajaki kerja sama internasional di bidang pendidikan dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan sejumlah perguruan tinggi lainnya di Malaysia.

Untuk membahas dan menjajaki kerja sama tersebut pihak Kopertis Wilayah XIII bersama sebelas pimpinan PTS Aceh bertolak dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (14/9/2016) pagi. Tim tersebut dipimpin Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh, Prof Dr Jamaluddin Idris M.Ed.

Adapun kesebelas PTS dari Aceh yang ikut dalam misi penjajakan kerja sama dengan UPSI Malaysia tersebut adalah Universitas Serambi Mekkah (Banda Aceh), Universitas Jabal Ghafur (Pidie), Universitas Al-Muslim Peusangan (Bireuen), Universitas Abulyatama (Aceh Besar), Universitas Gajah Putih (Aceh Tengah), Universitas Iskandar Muda (Banda Aceh), STKIP Al-Washliyah (Banda Aceh), STIP Yasyafa (Aceh Singkil), STKIP Usman Safri (Kutacane), STKIP Muhammadiyah (Aceh Barat Daya), dan Akademi Keperawatan Fakinah (Banda Aceh).

Menurut Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh, Prof Dr Jamaluddin Idris MEd kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Rabu (13/9/2016) pagi, kunjungan kesebelas PTS di lingkungan Kopertis XIII ke UPSI Malaysia itu bertujuan untuk menjajaki dan menggalang kerja sama di bidang pendidikan yang merupakan suatu bentuk hubungan internasional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan tinggi PTS di Aceh.

Sumber : Serambi Indonesia

Sosialisasi Instrument Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti

Pada tanggal 23 Agustus 2016 hari Selasa, Direktorat Penguatan Riset dan Pengembangan bekerjasama dengan Kopertis Wilayah XIII Aceh melaksanakan kegiatan Sosialisasi Instrument Riset dan Pengembangan di Aula Universitas Serambi Mekkah (USM).

Dalam Sambutan Wakil Rektor USM Jalaluddin, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa sangat berterima kasih kepada dari Kemenristekdikti dan Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh karena sudah memilih USM dalam pelaksanaan kegiatan Kemenristekdikti yang kali kedua di bulan Agustus ini. Jalaluddin menyebutkan acara yang kedua ini adalah Instrument riset dan pengembangan gunanya untuk meningkatkan kesiapterapan teknologi kita untuk menghadapi persaingan global yang semakin maju disetiap masanya, tutupnya.

Prof. Dr. Jamaluddin, M. Ed selaku Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh bahwasanya yang berhadir di kegiatan ini yaitu Dr. Eng Hotmatua Daulay, M. Eng., B. Eng ( Direktur Pengembangan Teknologi Industri ), Muhammad Absori ( Staf Khusus Menristekdikti ), Huda M. Elmatsani ( Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi ) sekaligus menjadi Narasumber diacara nanti, Jamaluddin melanjutkan sebenarnya di Indonesia memiliki rencana riset induk nasional yang dimulai dari 2015 s/d 2045 dan ini menjadi bagian prestasi bagi Indonesia, selama ini memang kita sadari betul bahwa adanya disconnectsi antara riset dan industri dan kadang hasil riset itu sendiri tidak teraplikasi di lapangan, makanya harapan pemerintah agar perguruan tinggi swasta maupun yang negeri itu menjadi center excellent di dalam dunia riset. Contohnya seperti Korea yang mempunyai Politeknik yang menyuplai khusus untuk suku cadang mobil yang merk Hyundai dan mereka secara otomatis terlebih dahulu melakukan riset baru menghasilkan industri yang sangat dibutuhkan oleh Pabrik Hyundai tersebut. Jamaluddin menyebutkan di Indonesia pasti lebih baik dari pada itu cuma di Indonesia sedikit lebih lemah dalam kesiapan teknologi, dengan adanya sosilalisasi instrument riset dan pengambangan ini nantinya akan memudahkan kita dalam memahami kesiapan teknologi ke depan, sekaligus membuka acara ini.

Workshop Pengembangan Pusat Karir di USM

Profesor Dr. H. Jamaluddin Idris, M.Ed (Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh ) dalam sambutan mengatakan workshop pengembagan pusat studi karir yang dilakukan oleh Dir. Kemahasiswaan TIM PKTS (Pusat Karir dan Tracer study) ini hal yang sangat perlu agar lulusan bisa mengikuti persaingan dalam memperoleh pekerjaan bagi lulusan. Indikator keberhasilan sistem pendidikan harus adanya sistem yang digunakan mengukur kualitas output seperti kompetensi, kepuasan user kesesuaian kemampuan dengan bidang yang di pelajari.

Beliau juga menyebutkan Tracer Study agar bisa terekam melalui tuntutan dunia kerja seperti Kualitas Pendidikan, Relevansi antara kopetensi dengan kebutuhan pasar. Untuk mengetahui outcome ada tiga hal antara laen: outcome pendidikan dihasilkan perguruan tinggi, Kontribusi pendidikan tinggi terhadap keperluan yang ada didunia kerja dan memonitor lulusan dalam beradaptasi dalam dunia kerja. Harapan beliau pendidikan tinggi harus memiliki pusat ini agar memiliki pelayanan informasi ketenagakerjaan, pelayanan pelatihan dan pengembangan karir, pelayanan rekrutmen, pelayanan bimbingan dan konsultasi karir, pelayanan pengembangan dan kerja sama dan pelayanan Tracer Study.

Wakil Rektor III USM (Jalaludin, S. Pd, M. Pd dalam sambutanya menyambut baik kegiatan yang di lakukan oleh Kemeristek Dikti Melalui Dir. Kemahasiswaan di Universitas Serambi Mekkah ini merupakan langkah yang harus di lakukan oleh semua instansi perguruan tinggi agar bisa terdata dengan rapi lulusan setiap institusi PT. Dengan adanya pusat ini dalam setiap perguruan tinggi nanti bisa di lakukan kegiatan rutinitas tahunan seperti Job Fair PT.

Pada kegitan ini di ikut seratakan 20 perguruan tinggi swasta di bawah Kopertis wilayah XIII dengan jumlah peserta 40 orang dalam kegitan ini juga turut hadir Ibu Nurlaila (Kasubdit Pusat karir dan Tracer Study Dikti.), dan juga beberapa narasumber dari TIM PKTS DIKTI. Ibu Yeti Sitepu (UPI) dan Bapak Rudi (Universitas Gunadarma).

workshop-pk

FKIP USM Jalin Kerjasama Dengan Alfityan School Aceh

usm-alfityan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah (USM) menjalin kerjasama pertama dengan Sekolah berbasis Islam Terpadu IT yang telah mendapatkan Akreditasi A, SMA IT Alfityan School Aceh. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Sekolah SMA IT Alfityan School Aceh ini, turut dihadiri oleh Pihak Yayasan Sekolah tersebut, Pembantu Dekan I FKIP USM dan Kepala Lab. Fisika USM.

Pertemuan tersebut berlangsung pada tanggal 30 Juli 2016, membicarakan tentang langkah-langkah dan peluang peningkatan komunikasi lebih lanjut untuk melakukan kerjasama dalam peningkatan Sumberdaya Pengajar dan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

USM selama ini telah banyak melakukan kerjasama, membentuk sekolah binaan dan kampung binaan Universitas. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Drs. Abubakar Ajalil, M.Si, yang merupakan Pembantu dekan bidang akademik dan juga Ketua Pelaksana LPPM USM. Disamping itu juga USM memiliki ikatan kerjasama dengan 2 Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar dalam hal pengabdian dan kerjasama dengan beberapa Sekolah dalam hal peningkatan kualitas sumberdaya pengajar dan tenaga pendidik di sekolah tersebut. Selain itu, Kegiatan pengabdian USM yang diprakarsai oleh Dosen peneliti di LPPM juga telah membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan berbagai produk hasil penelitian seperti Tempe, Tahu, minyak VCO dll.

Bapak Arida Sahputra, Kepala Sekolah SMA IT Alfityan School Aceh menyambut baik kerjasama ini dengan menyebut ini sebuah langkah maju dan terukur untuk memajukan mutu pendidikan. Lebih lanjut beliau mengharapkan agar kerjasama ini juag menjadi latihan dan akselerasi siswa SMA IT Alfitan School Aceh. Akselerasi yang dimaksud adalah keinginan oleh pihak sekolah agar siswa-siswa dapat diikut sertakan dalam kegiatan Pengabdian, KKN dan penelitian, juga melakukan diskusi dan pengembangan Ilmu Profesi dengan menjalin komunikasi sejak dini dengan Himpunan Himpunan Mahasiswa Profesi di Kampus USM. Kita menginginkan Akselerasi untuk siswa agar siswa merasakan dunia mahasiswa lebih dulu tentu dalam pengembangan akademiknya (Arida Sahputra).

Kepala Lab. Fisika USM yang ikut hadir bersama rombongan ke SMA IT Alfityan School Aceh, Juli Firmansyah, M.Pd., menyebutkan kualitas pembelajaran merupakan kunci agar siswa mampu menyerap ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, Firman menyebutkan menguatkan kualitas pembelajaran Sains di sekolah tersebut dengan adanya MoU ini.

Tanggapan yang diberikan oleh Bapak Jalaluddin, M.Pd selaku Pembantu Rektor III yang dihubungi melalui telepon selular menyatakan sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang diambil oleh Fakultas dalam hal ini bapak dekan dan jajarannya. Teruslah melakukan pengabdian dan pengembangan agar masyarakat pada umumnya, sekolah-sekolah khususnya juga mendapatkan manfaat sebagai pengguna Alumni (Stake Holder) kita di FKIP.

Kerjasama ini diakhiri dengan penandatanganan naskah kerjasama dan saling bersalaman. Dalam penjelasan terakhirnya, pihak Kampus USM akan mengirimkan Bapak Juli Firmansyah, M. Pd (Kepala Lab. Fisika) sebagai Pendamping Olimpiade Penelitian Siswa di Sekolah SMP IT Alfityan School Aceh yang akan dimulai pada bulan Agustus 2016 ini.

USM Gelar Simposium Kesehatan Reproduksi Manusia

Universitas Serambi Mekkah (USM) melalui Program Studi Pendidikan Biologi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) menyelenggarakan simposium permasalahan kesehatan reproduksi manusia yang dipusatkan di aula Dr. Mr. HT. Moehammad Hasan. Simposium ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah (YPSM) Bapak Ir. Teuku Iskandar Shah, Ketua Dewan Pembina YPSM Ayahanda THM. Sulaiman Shah, Rektor USM Bapak Dr. H. Abdul Gani Asyik, MA serta Pembantu Rektor dan sivitas akademika lainnya.

Yang menjadi narasumber pada simposium ini adalah Dr. Fatimah Mustafah pakar pebidanan dari Cyberjaya University College of Medical Sciences Malaysia dan Bapak Dr. H. Said Usman, M.Kes dari FKM USM. Berikut adalah beberapa foto kegiatan acara tersebut :

[Best_Wordpress_Gallery id=”35″ gal_title=”USM Gelar Simposium Kesehatan”]

Photo Seminar Internasional Deforestasi Aceh

Berikut adalah foto-foto kegiatan seminar internasional tentang deforetasi hutan dan sekaligus sebagai acara peusijuek (tepung tawar) dan penggunaan aula Dr. Mr. H. Teuku Moehammad Hasan (Pahlawan Nasional Republik Indonesia).

[Best_Wordpress_Gallery id=”34″ gal_title=”Photo Seminar Internasional Tentang Deforestasi Hutan”]

USM Gelar Seminar Internasional Tentang Deforestasi Hutan

Pembina Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah, THM Sulaiman Shah mengakui, meski hutan Aceh dikenal sebagai paru-paru dunia, namun saat ini cakupan luas hutan di Aceh terus berkurang, terutama di Kawasan Ekosistem Lauser (KEL).

“Hampir semua hutan di Aceh telah beralih fungsi, seperti pembangunan infrastruktur, kebun sawit, bahkan kegiatan pertambangan, yang akibatnya akan dirasakan anak cucu kita.”

Demikian dikatakan THM Sulaiman Shah yang lebih dikenal dengan panggilan Ayahanda ini, pada saat membuka Seminar Interasional Deforestasi Hutan Aceh yang dilaksanakan Universitas Serambi Mekkah (USM) bekerjasama dengan Serikat Hijau Indonesia (SHI), Senin (18/7).

Seminar sehari tersebut menghadirkan Janes Mark White (Australia), Graham Usher (Inggris) dan Tezar Fahlevi (HAKA Aceh), dan diikuti ratusan peserta dari berbagai pemerhati hutan di Aceh.

Menurut Ayahanda, kerusakan hutan di Aceh akibat kebijakan yang diambil Pemerintah Pusat tanpa melihat kondisi lapangan. “Pemerintah dengan gampang mengeluarkan izin perkebunan sawit, izin pertambangan, tanpa melihat kondisi lapangan apakah masuk dalam kawasan hutan lindung atau tidak,” ujarnya.

Untuk menjaga hutan Aceh tetap lestari, kata dia, perlu memakai hukum adat masyarakat di sekitar hutan yang telah dijalankan sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

“Masyarakat internasional saja peduli akan hutan kita, mengapa kita tidak dengan menerapkan hukum adat. Mari kita jaga bersama hutan Aceh dari para pencuri yang tak pernah melihat akibatnya,” kata Sulaiman Shah.

Ketua SHI, Chairil Syah, SH menyebutkan, seminar ini diadakan di Aceh karena melihat kondisi kerusakan hutan yang terus terjadi tiap tahun dan semakin parah dengan kebijakan Pemeirntah.

“Dulu luas hutan Aceh mencapai lima juta hektar. Saat ini tinggal tiga juta hektar. Jika kita tidak memperhatikan hal ini, saya khawatirkan laju kerusakan hutan di Aceh semakin parah,” sebutnya.

Hutan di Aceh, katanya, bukan hanya milik Pemerintah Aceh dan Indonesia, tetapi milik masyarakat internasional, sebab fungsinya sangat berpengaruh pada dunia, seperti pemanasan global. “Hutan Aceh, terutama KEL, sangat berpengaruh pada perubahan iklim dunia. Inilah yang ingin kita selamatkan dari kerusakan yang terus terjadi,” katanya.

Resmikan Aula Dr. Mr. Muhammad Hasan

Bersamaan dengan kegiatan ini, pihak yayasan juga meresmikan pemakaian gedung aula baru yang diberi nama Aula Dr. Mr. Muhammad Hasan. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ayahanda THM Sulaiman Shah, selaku pembina YPSM.

“Dengan diresmikannya gedung baru yang dibangun dengan biaya sepenuhnya dari yayasan ini, tanpa campur tangan pemerintah, diharapkan mampu menjadi temoat pertemuan dan juga untuk kuliah umum,” kata Ayahanda. *sulaiman

Sumber : Fokus Aceh