FAI Laksanakan Yudisium

Fakultas Agama Islam (FAI) melaksanakan kegiatan yudisium, Pada kesempatan ini, FAI USM telah melahirkan sebanyak 21 Alumni, dari Prodi PAI sebanyak 20 orang dan Prodi KPI sebanyak 1 orang atau sebanyak 20 Mahasiswi wanita dan 1 Mahasiswa laki-laki
Acara dimulai jam 09.00 sampai dengan selesai, berlangsung dengan sukses dan memuaskan. Adapun susunan acara nya adalah pembukaan ayat suci al qur’an dan shalawat, Melantunkan lagu Indonesia Raya, Orasi Ilmiah, Kesan dan Pesan perwakilan Yudisia, Laporan Akademik oleh PD1 FAI, Sambutan Dekan Fai, Sambutan PR1 USM ( Ir.H.T. Makmur, M.Si), Penyerahan sertifkat, doa dan penutup.
Dalam Kata sambutannya PR1 USM Ir.H.T. Makmur, M.Si menyampaikan adalah baik menjadi sarjana agama islam yang hebat,akan tetapi yang lebih hebat adalah menjadi sarjana agama islam yang baik. Dan beliau juga mengucapkan selamat dan sukses terhadap para Yudisia dan berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater kita.

DEKAN FAI USM MEMBERIKAN HADIAH BUKU HASIL KARYA NYA KEPADA SATU MAHASISWI LULUSAN TERBAIK

Pada Hari Kamis 16 Agustus 2018, Dekan FAI USM yaitu Dr. Andri Nirwana.AN, M.Ag memberikan buku hasil karyanya yang berjudul “Fiqh Siyasah maliyah” (keuangan Publik Islam) kepada saudari Sinta Rosdani dengan IPK 3,81
Sinta Rosdani kelahiran tahun 1995 di Lhok Makmur merupakan mahasiswi terbaik yang dilahirkan dari fakultas agama islam universitas serambi mekkah
Buku yang dihadiahkan oleh Pak dekan, berisi tentang teknik mendapatkan pendapatan negara dan teknik mempergunakan pendapatan tersebut untuk kemakmuran Rakyat. Harapan pak dekan mudah mudahan dengan membaca buku ini dapat menambah wawasan dari lulusan terbaik untuk bersikap baik terhadap negara dan selalu cinta tanah air.
Dalam Kata sambutannya, Dekan menjelaskan Motto FAI USM yaitu Unggul, Inovatif dan Religius. Unggul mempunyai arti kelebihan, Harapannya Alumni FAI setelah memperoleh sarjana menjadi lebih strata nya dalam masyarakat dan harus menjaga sikap dan akhlak keseharianya. Inovatif ialah memperkenalkan sesuatu yang baru dalam masyarakat. Dalam hal ini harus benar benar memahami kondisi masyarakat tersebut, sebuah pepatah mengakatan “Bicaralah dengan suatu kaum menurut Kadar dan tingkatan Otak mereka atau pemahaman Mereka” agar kita mudah diterima. Religius adalah sikap Taqwa dalam keseharian harus menjadi pakaian, Jadilah Rabbani di muka bumi Allah SWT.

DR. WAHYU KHAFIDHAH, MA. MENYAMPAIKAN ORASI ILMIAH NYA PADA YUDISIUM ANGKATAN KEDUA FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Pada kesempatan Yudisium kali ini, Beliau menyampaikan orasi yang berjudul “Lulusan FAI USM harus mampu menjawab tantangan kehidupan generasi Milenial”
Dalam orasinya beliau menyampaikan bahwa Generasi Milenial adalah generasi yang lahir pada zaman teknologi, lahirnya TV berwarna dan awal lahirnya Hand Phone. Pada tahun 2017 jumlah generasi milenal yang berumur antara 20-37 tahun sebanyak 81 Juta.
Tantangan yang dihadapi generasi milenial adalah asyik dengan dunia maya (medsos) dan Ujaran Kebencian (Hate Speach) melalui media sosial. Untuk menanggulangi ini diperlukan adanya pendidikan etika Media, mengatur akun yang sehat saja, melaporkan ke pihak yang berwajib.
Masalah yang terjadi di masyarakat yaitu besarnya perhatian kepada pendidikan umum untuk memperoleh keberhasilan capaian Materi, ketimbang perhatian agama, Orang tua lebih prihatin kalau melihat nilai Mata pelajaran eksakta anaknya Rendah, ketimbang melihat sikap dan Akhlak kesehariannya Bobrok, lalu orang tua mengantarkan lagi anaknya ke tempat bimbingan belajar, guna penguasaan ilmu eksakta nya meningkat. Hal ini dianggap wajar, akan tetapi ada suatu hal yang sangat penting yang luput dari perhatian yaitu bagaimana meningkatkan Akhlak dan perilaku nya dalam kehidupan Masyarakat. Masyarakat Amerika sangat mengkhawatirkan anak nya tidak mau antri dari pada nilai matematika nya anjlok. Ini merupakan suatu perbandingan.
Peluang bagi alumni FAI USM sangatlah banyak di dalam masyarakat, semakin majunya perkembangan teknologi, maka dibutuhkan pula sarjana agama untuk mampu mengimbanginya, baik lewat Pendidikannya, syariah nya maupun dakwahnya lewat media di dalam masyarakat
Dalam melayani kebutuhan masyarakat akan ilmu agama islam di zaman milenia ini. Maka Alumni FAI USM harus memiliki penguasaaan ilmu agama islam, menghayati dan mengamalkan ajaran agama islam, berwawasan Global, menguasai bahasa asing (inggris) dan mengikuti perkembangan iptek
Adapun Prospek pekerjaan yang bisa dicapai oleh alumni FAI USM adalah Wira Usaha, Kepala Madrasah, Peneliti, Tenaga Pendidik, Manager Media dll.

Berikut adalah foto-foto kegiatan yudisium tersebut

Yudisium Sarjana Fakultas Teknologi Pertanian

Pada hari ini Jum’at 12 Agustus 2016, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Serambi Mekkah (FTP USM) melakukan yudisium untuk mahasiswa yang lulus pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian dan Teknologi Pangan di aula USM, yudisium ini turut hadir oleh Wakil Rektor I bidang akademik,  Kepala Akademik USM dan para wakil dekan di lingkungan FTP USM. Acara yudisium ini merupakan suatu rutinitas yang dilakukan oleh civitas akademika USM. Berikut adalah foto-foto kegiatan yudisium tersebut.

[Best_Wordpress_Gallery id=”37″ gal_title=”Yudisium Sarjana Fakultas Teknologi Pertanian Tahun 2016″]

Yusnimar Alumni FKIP USM Ajarkan Mahasiswa Bulgaria Membatik Motif Pintu Aceh

Yusnimar, S.Pd., M.TESOL*
Berawal dari kecintaan terhadap Bahasa dan Budaya, saya tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan bahasa dan budaya masyarakat dunia. Bagi saya ini hal yang sangat menarik karena dengan bahasa dan budaya setiap masyarakat dapat menunjukkan identitas mereka dan kebanggaan mereka yang telah terbentuk sejak dari nenek moyangnya.

Saya mulai lebih memperdalam pengetahuan tentang bahasa dan budaya sejak kuliah S1 Bahasa Inggris di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Sharing dari dosen-dosen saya seperti Dr. Abdul Gani Asyik, MA dan Dr. Razali Abdullah, M.Pd tentang cross cultural understanding dan sociolinguistic masih melekat sampai hari ini dan makin membuat saya ingin memperdalam pengetahuan dalam bidang ini.

Setelah selesai dari pendidikan S1, saya berkesempatan untuk bekerja dalam program rekonstruksi Aceh pasca Tsunami, program tersebut di bawah Asian Development Bank dan World Bank. Di sini saya dapat mengalami langsung bagaimana interaksi dengan pekerja-pekerja lokal maupun internasional. Setelah beberapa tahun bekerja di program-program pemberdayaan masyarakat. Saya berkesempatan menjadi salah seorang penerima beasiswa Pemda Aceh untuk melanjutkan S2 bidang TESOL di Deakin University Melbourne Australia. Di sini saya makin mendalami pengetahuan dalam bidang bahasa dan budaya.

Setelah selesai pendidikan S2 pada tahun 2010, saya melanjutkan bekerja pada program World Bank dan menjadi dosen tetap Politeknik Negeri Lhokseumawe. Mei 2015 saya mengikuti seleksi program SAME BIPA (Scheme for Academic Mobility and Exchange-Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang diselenggarakan oleh Kemristek Dikti, dan Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu dosen tamu yang akan mengajar di Universitas Luar Negeri wilayah kerjasama program SAME BIPA. Saya ditugaskan pada gelombang kedua yaitu Februari-Juni 2016 untuk mengajar BIPA di Sofia University, Sofia Bulgaria. Jujur ini merupakan pengalaman pertama saya mengajar BIPA tapi saya merasakan tantangan ini harus saya ambil karena akan memberikan saya pengalaman baru.

Dalam program ini saya berkesempatan untuk membantu pemerintah Republik Indonesia dalam misi menginternasionalkan bahasa Indonesia. Selain itu, saya juga dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa dan masyarakat Bulgaria. Untuk membangun kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe, saya memiliki kesempatan untuk bridging MoU kerjasama akademik antara Politeknik Negeri Lhokseumawe dengan Universitas yang ada di Bulgaria. Program BIPA ini memiliki banyak output positif baik untuk pengenalan bahasa dan budaya Indonesia ke Luar Negeri maupun meningkatkan kerjasama akademik University to University (U to U).

Untuk pengenalan budaya, saya telah memberikan workshop membatik dengan memperkenalkan motif dari berbagai daerah di Indonesia termasuk motif pintu rumah tradisional Aceh. Mahasiswa sangat antusias belajar membatik yang diselenggarakan di KBRI Sofia. Selain kepada mahasiswa, dengan difasilitasi oleh KBRI Sofia saya akan menggelar workshop membatik kepada siswa dan guru di beberapa sekolah menengah di kota Sofia. KBRI Sofia sangat fokus dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di Bulgaria. Budaya Indonesia mendapat sambutan yang luar biasa di setiap acara baik festival nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Bulgaria. Tak heran, performance budaya Indonesia baik tarian, music, kerajinan tangan, maupun kuliner sering memenangkan award di berbagai festival.

Mahasiswa yang tergabung di kelas BIPA baik di Sofia University maupun kelas BIPA di KBRI Sofia mengikuti berbagai persiapan baik dalam kelas tarian maupun kelas musik seperti angklung, tarian-tarian tradisional Indonesia termasuk tari Saman Aceh. Sayangnya KBRI Sofia belum memiliki baju tradisional Aceh padahal tari Saman sangat diminati untuk dipelajari dan ditampilkan di festival nantinya.

Banyak hal positif yang saya dapat dari program ini, saya berharap dengan adanya sharing ini dapat memotivasi dosen-dosen dari Aceh untuk mengikuti seleksi program ini. Program SAME BIPA sudah mulai dari tahun 2011, berawal dari 3 negara di tahun 2011 dan sekarang sudah mencapai 15 negara wilayah kerjasama program SAME BIPA. Ternyata saya merupakan dosen pertama dari Aceh yang berpartisipasi dalam program ini.

Dalam kesempatan berikutnya saya berharap dapat sharing tentang masyarakat dan budaya Bulgaria.

*Dosen Bahasa Inggris pada Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Lhokseumawe. Dosen Tamu (Guest Lecturer) di Sofia University, Sofia, Bulgaria periode Februari-Juni 2016

Sumber: http://www.acehtrend.co/yusnimar-ajarkan-mahasiswa-bulgaria-membatik-motif-pintu-aceh/