Alumni

Yudisium Sarjana Fakultas Teknologi Pertanian

Pada hari ini Jum’at 12 Agustus 2016, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Serambi Mekkah (FTP USM) melakukan yudisium untuk mahasiswa yang lulus pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian dan Teknologi Pangan di aula USM, yudisium ini turut hadir oleh Wakil Rektor I bidang akademik, ¬†Kepala Akademik USM dan para wakil dekan di lingkungan FTP USM. Acara yudisium ini merupakan suatu rutinitas yang dilakukan oleh civitas akademika USM. Berikut adalah foto-foto kegiatan yudisium tersebut.

[Best_Wordpress_Gallery id=”37″ gal_title=”Yudisium Sarjana Fakultas Teknologi Pertanian Tahun 2016″]

Yusnimar Alumni FKIP USM Ajarkan Mahasiswa Bulgaria Membatik Motif Pintu Aceh

Yusnimar, S.Pd., M.TESOL*
Berawal dari kecintaan terhadap Bahasa dan Budaya, saya tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan bahasa dan budaya masyarakat dunia. Bagi saya ini hal yang sangat menarik karena dengan bahasa dan budaya setiap masyarakat dapat menunjukkan identitas mereka dan kebanggaan mereka yang telah terbentuk sejak dari nenek moyangnya.

Saya mulai lebih memperdalam pengetahuan tentang bahasa dan budaya sejak kuliah S1 Bahasa Inggris di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Sharing dari dosen-dosen saya seperti Dr. Abdul Gani Asyik, MA dan Dr. Razali Abdullah, M.Pd tentang cross cultural understanding dan sociolinguistic masih melekat sampai hari ini dan makin membuat saya ingin memperdalam pengetahuan dalam bidang ini.

Setelah selesai dari pendidikan S1, saya berkesempatan untuk bekerja dalam program rekonstruksi Aceh pasca Tsunami, program tersebut di bawah Asian Development Bank dan World Bank. Di sini saya dapat mengalami langsung bagaimana interaksi dengan pekerja-pekerja lokal maupun internasional. Setelah beberapa tahun bekerja di program-program pemberdayaan masyarakat. Saya berkesempatan menjadi salah seorang penerima beasiswa Pemda Aceh untuk melanjutkan S2 bidang TESOL di Deakin University Melbourne Australia. Di sini saya makin mendalami pengetahuan dalam bidang bahasa dan budaya.

Setelah selesai pendidikan S2 pada tahun 2010, saya melanjutkan bekerja pada program World Bank dan menjadi dosen tetap Politeknik Negeri Lhokseumawe. Mei 2015 saya mengikuti seleksi program SAME BIPA (Scheme for Academic Mobility and Exchange-Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang diselenggarakan oleh Kemristek Dikti, dan Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu dosen tamu yang akan mengajar di Universitas Luar Negeri wilayah kerjasama program SAME BIPA. Saya ditugaskan pada gelombang kedua yaitu Februari-Juni 2016 untuk mengajar BIPA di Sofia University, Sofia Bulgaria. Jujur ini merupakan pengalaman pertama saya mengajar BIPA tapi saya merasakan tantangan ini harus saya ambil karena akan memberikan saya pengalaman baru.

Dalam program ini saya berkesempatan untuk membantu pemerintah Republik Indonesia dalam misi menginternasionalkan bahasa Indonesia. Selain itu, saya juga dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa dan masyarakat Bulgaria. Untuk membangun kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe, saya memiliki kesempatan untuk bridging MoU kerjasama akademik antara Politeknik Negeri Lhokseumawe dengan Universitas yang ada di Bulgaria. Program BIPA ini memiliki banyak output positif baik untuk pengenalan bahasa dan budaya Indonesia ke Luar Negeri maupun meningkatkan kerjasama akademik University to University (U to U).

Untuk pengenalan budaya, saya telah memberikan workshop membatik dengan memperkenalkan motif dari berbagai daerah di Indonesia termasuk motif pintu rumah tradisional Aceh. Mahasiswa sangat antusias belajar membatik yang diselenggarakan di KBRI Sofia. Selain kepada mahasiswa, dengan difasilitasi oleh KBRI Sofia saya akan menggelar workshop membatik kepada siswa dan guru di beberapa sekolah menengah di kota Sofia. KBRI Sofia sangat fokus dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di Bulgaria. Budaya Indonesia mendapat sambutan yang luar biasa di setiap acara baik festival nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Bulgaria. Tak heran, performance budaya Indonesia baik tarian, music, kerajinan tangan, maupun kuliner sering memenangkan award di berbagai festival.

Mahasiswa yang tergabung di kelas BIPA baik di Sofia University maupun kelas BIPA di KBRI Sofia mengikuti berbagai persiapan baik dalam kelas tarian maupun kelas musik seperti angklung, tarian-tarian tradisional Indonesia termasuk tari Saman Aceh. Sayangnya KBRI Sofia belum memiliki baju tradisional Aceh padahal tari Saman sangat diminati untuk dipelajari dan ditampilkan di festival nantinya.

Banyak hal positif yang saya dapat dari program ini, saya berharap dengan adanya sharing ini dapat memotivasi dosen-dosen dari Aceh untuk mengikuti seleksi program ini. Program SAME BIPA sudah mulai dari tahun 2011, berawal dari 3 negara di tahun 2011 dan sekarang sudah mencapai 15 negara wilayah kerjasama program SAME BIPA. Ternyata saya merupakan dosen pertama dari Aceh yang berpartisipasi dalam program ini.

Dalam kesempatan berikutnya saya berharap dapat sharing tentang masyarakat dan budaya Bulgaria.

*Dosen Bahasa Inggris pada Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Lhokseumawe. Dosen Tamu (Guest Lecturer) di Sofia University, Sofia, Bulgaria periode Februari-Juni 2016

Sumber: http://www.acehtrend.co/yusnimar-ajarkan-mahasiswa-bulgaria-membatik-motif-pintu-aceh/