Month – July 2016

FKIP USM Jalin Kerjasama Dengan Alfityan School Aceh

usm-alfityan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah (USM) menjalin kerjasama pertama dengan Sekolah berbasis Islam Terpadu IT yang telah mendapatkan Akreditasi A, SMA IT Alfityan School Aceh. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Sekolah SMA IT Alfityan School Aceh ini, turut dihadiri oleh Pihak Yayasan Sekolah tersebut, Pembantu Dekan I FKIP USM dan Kepala Lab. Fisika USM.

Pertemuan tersebut berlangsung pada tanggal 30 Juli 2016, membicarakan tentang langkah-langkah dan peluang peningkatan komunikasi lebih lanjut untuk melakukan kerjasama dalam peningkatan Sumberdaya Pengajar dan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

USM selama ini telah banyak melakukan kerjasama, membentuk sekolah binaan dan kampung binaan Universitas. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Drs. Abubakar Ajalil, M.Si, yang merupakan Pembantu dekan bidang akademik dan juga Ketua Pelaksana LPPM USM. Disamping itu juga USM memiliki ikatan kerjasama dengan 2 Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar dalam hal pengabdian dan kerjasama dengan beberapa Sekolah dalam hal peningkatan kualitas sumberdaya pengajar dan tenaga pendidik di sekolah tersebut. Selain itu, Kegiatan pengabdian USM yang diprakarsai oleh Dosen peneliti di LPPM juga telah membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan berbagai produk hasil penelitian seperti Tempe, Tahu, minyak VCO dll.

Bapak Arida Sahputra, Kepala Sekolah SMA IT Alfityan School Aceh menyambut baik kerjasama ini dengan menyebut ini sebuah langkah maju dan terukur untuk memajukan mutu pendidikan. Lebih lanjut beliau mengharapkan agar kerjasama ini juag menjadi latihan dan akselerasi siswa SMA IT Alfitan School Aceh. Akselerasi yang dimaksud adalah keinginan oleh pihak sekolah agar siswa-siswa dapat diikut sertakan dalam kegiatan Pengabdian, KKN dan penelitian, juga melakukan diskusi dan pengembangan Ilmu Profesi dengan menjalin komunikasi sejak dini dengan Himpunan Himpunan Mahasiswa Profesi di Kampus USM. Kita menginginkan Akselerasi untuk siswa agar siswa merasakan dunia mahasiswa lebih dulu tentu dalam pengembangan akademiknya (Arida Sahputra).

Kepala Lab. Fisika USM yang ikut hadir bersama rombongan ke SMA IT Alfityan School Aceh, Juli Firmansyah, M.Pd., menyebutkan kualitas pembelajaran merupakan kunci agar siswa mampu menyerap ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, Firman menyebutkan menguatkan kualitas pembelajaran Sains di sekolah tersebut dengan adanya MoU ini.

Tanggapan yang diberikan oleh Bapak Jalaluddin, M.Pd selaku Pembantu Rektor III yang dihubungi melalui telepon selular menyatakan sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang diambil oleh Fakultas dalam hal ini bapak dekan dan jajarannya. Teruslah melakukan pengabdian dan pengembangan agar masyarakat pada umumnya, sekolah-sekolah khususnya juga mendapatkan manfaat sebagai pengguna Alumni (Stake Holder) kita di FKIP.

Kerjasama ini diakhiri dengan penandatanganan naskah kerjasama dan saling bersalaman. Dalam penjelasan terakhirnya, pihak Kampus USM akan mengirimkan Bapak Juli Firmansyah, M. Pd (Kepala Lab. Fisika) sebagai Pendamping Olimpiade Penelitian Siswa di Sekolah SMP IT Alfityan School Aceh yang akan dimulai pada bulan Agustus 2016 ini.

USM Gelar Simposium Kesehatan Reproduksi Manusia

Universitas Serambi Mekkah (USM) melalui Program Studi Pendidikan Biologi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) menyelenggarakan simposium permasalahan kesehatan reproduksi manusia yang dipusatkan di aula Dr. Mr. HT. Moehammad Hasan. Simposium ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah (YPSM) Bapak Ir. Teuku Iskandar Shah, Ketua Dewan Pembina YPSM Ayahanda THM. Sulaiman Shah, Rektor USM Bapak Dr. H. Abdul Gani Asyik, MA serta Pembantu Rektor dan sivitas akademika lainnya.

Yang menjadi narasumber pada simposium ini adalah Dr. Fatimah Mustafah pakar pebidanan dari Cyberjaya University College of Medical Sciences Malaysia dan Bapak Dr. H. Said Usman, M.Kes dari FKM USM. Berikut adalah beberapa foto kegiatan acara tersebut :

[Best_Wordpress_Gallery id=”35″ gal_title=”USM Gelar Simposium Kesehatan”]

Photo Seminar Internasional Deforestasi Aceh

Berikut adalah foto-foto kegiatan seminar internasional tentang deforetasi hutan dan sekaligus sebagai acara peusijuek (tepung tawar) dan penggunaan aula Dr. Mr. H. Teuku Moehammad Hasan (Pahlawan Nasional Republik Indonesia).

[Best_Wordpress_Gallery id=”34″ gal_title=”Photo Seminar Internasional Tentang Deforestasi Hutan”]

USM Gelar Seminar Internasional Tentang Deforestasi Hutan

Pembina Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah, THM Sulaiman Shah mengakui, meski hutan Aceh dikenal sebagai paru-paru dunia, namun saat ini cakupan luas hutan di Aceh terus berkurang, terutama di Kawasan Ekosistem Lauser (KEL).

“Hampir semua hutan di Aceh telah beralih fungsi, seperti pembangunan infrastruktur, kebun sawit, bahkan kegiatan pertambangan, yang akibatnya akan dirasakan anak cucu kita.”

Demikian dikatakan THM Sulaiman Shah yang lebih dikenal dengan panggilan Ayahanda ini, pada saat membuka Seminar Interasional Deforestasi Hutan Aceh yang dilaksanakan Universitas Serambi Mekkah (USM) bekerjasama dengan Serikat Hijau Indonesia (SHI), Senin (18/7).

Seminar sehari tersebut menghadirkan Janes Mark White (Australia), Graham Usher (Inggris) dan Tezar Fahlevi (HAKA Aceh), dan diikuti ratusan peserta dari berbagai pemerhati hutan di Aceh.

Menurut Ayahanda, kerusakan hutan di Aceh akibat kebijakan yang diambil Pemerintah Pusat tanpa melihat kondisi lapangan. “Pemerintah dengan gampang mengeluarkan izin perkebunan sawit, izin pertambangan, tanpa melihat kondisi lapangan apakah masuk dalam kawasan hutan lindung atau tidak,” ujarnya.

Untuk menjaga hutan Aceh tetap lestari, kata dia, perlu memakai hukum adat masyarakat di sekitar hutan yang telah dijalankan sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

“Masyarakat internasional saja peduli akan hutan kita, mengapa kita tidak dengan menerapkan hukum adat. Mari kita jaga bersama hutan Aceh dari para pencuri yang tak pernah melihat akibatnya,” kata Sulaiman Shah.

Ketua SHI, Chairil Syah, SH menyebutkan, seminar ini diadakan di Aceh karena melihat kondisi kerusakan hutan yang terus terjadi tiap tahun dan semakin parah dengan kebijakan Pemeirntah.

“Dulu luas hutan Aceh mencapai lima juta hektar. Saat ini tinggal tiga juta hektar. Jika kita tidak memperhatikan hal ini, saya khawatirkan laju kerusakan hutan di Aceh semakin parah,” sebutnya.

Hutan di Aceh, katanya, bukan hanya milik Pemerintah Aceh dan Indonesia, tetapi milik masyarakat internasional, sebab fungsinya sangat berpengaruh pada dunia, seperti pemanasan global. “Hutan Aceh, terutama KEL, sangat berpengaruh pada perubahan iklim dunia. Inilah yang ingin kita selamatkan dari kerusakan yang terus terjadi,” katanya.

Resmikan Aula Dr. Mr. Muhammad Hasan

Bersamaan dengan kegiatan ini, pihak yayasan juga meresmikan pemakaian gedung aula baru yang diberi nama Aula Dr. Mr. Muhammad Hasan. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ayahanda THM Sulaiman Shah, selaku pembina YPSM.

“Dengan diresmikannya gedung baru yang dibangun dengan biaya sepenuhnya dari yayasan ini, tanpa campur tangan pemerintah, diharapkan mampu menjadi temoat pertemuan dan juga untuk kuliah umum,” kata Ayahanda. *sulaiman

Sumber : Fokus Aceh