Month – March 2016

Biografi Dr. Mr. H. Teuku Moehammad Hasan

Teuku Muhammad Hasan
Teuku Muhammad Hasan adalah Gubernur Wilayah Sumatera Pertama[1] setelah Indonesia merdeka , Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1948 hingga tahun 1949 dalam Kabinet Darurat[2]. Selain itu ia adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional Indonesia.

Kehidupan Awal
Teuku Muhammad Hasan dilahirkan tanggal 4 April 1906 sebagai Teuku Sarong, di Sigli, Aceh. Ayahnya, Teuku Bintara Pineung Ibrahim adalah Ulèë Balang di Pidie (Ulèë Balang adalah bangsawan yang memimpin suatu daerah di Aceh). Ibunya bernama Tjut Manyak.
Dia bersekolah di Sekolah Rakyat (Volksschool) di Lampoeh Saka 1914-1917. Pada tahun 1924 bersekolah di sekolah berbahasa Belanda Europeesche Lagere School (ELS), dilanjutkan ke Koningen Wilhelmina School (KWS) di Batavia (sekarang Jakarta). Kemeudian beliau masuk Rechtschoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum).

Masa-masa di Belanda
Pada usia 25 tahun, T.M Hasan memutuskan untuk bersekolah di Leiden University, Belanda. Selama di Belanda, beliau bergabung dengan Perhimpunan Indonesia yang dipelopori oleh Muhammad Hatta, Ali Sastroamidjojo, Abdul Madjid Djojodiningrat dan Nasir Datuk Pamuntjak. Selain kesibukannya sebagai mahasiswa, Hasan juga menjadi aktifis yang mengadakan kegiatan-kegiatan organisasi baik di dalam kota maupun di kota-kota lain di Belanda
Hasan mendapatkan gelar Meester in de Rechten (Master of Laws) tahun 1933.

Kembali ke Tanah Air
Pada tahun 1933, Mr. T.M Hasan kembali ke Indonesia. Setiba di pelabuhan Ulee Lheue, Kutaraja, buku-bukunya disita untuk pemeriksaan karena dicurigai terdapat buku paham pergerakan yang akan membahayakan kedudukan pemerintah kolonial Belanda, khususnya di Aceh. Selama di Kutaraja, Hasan menjadi Pegiat di bidang Agama dan Pendidikan.

Selain itu, Hasan juga menjadi komisaris organisasi pendidikan yang bernama Perkumpulan Usaha Sama Akan Kemajuan Anak (PUSAKA). Tujuan organisasi ini adalah untuk mendirikan sebuah sekolah rendah berbahasa Belanda seperti Hollandsch-Inlandsche School.
Aktifitas kependidikan Hasan yang lain ialah mendirikan Perguruan Taman Siswa di Kutaraja pada tanggal 11 Juli 1937. Dalam kepengurusan lembaga yang diprakarsai oleh Ki Hajar Dewantara ini, Hasan menjadi ketua dengan sekretaris Teuku Nyak Arief. Sesaat setelah pembentukannya, Hasan mengirim utusannya yaitu, Teuku M. Usman el Muhammady untuk menemui Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta. Tujuannya adalah memohon agar Taman Siswa memperluas jaringannya, yakni dengan mendirikan cabang di Aceh. Berdasarkan permohonan tersebut, Majelis Luhur Taman Siswa mengirim tiga orang guru ke Aceh, yaitu Ki Soewondo Kartoprojo beserta istrinya yang juga sebagai guru dan Soetikno Padmosoemarto. Dalam waktu yang relatif singkat, Hasan dan pengurus Taman Siswa di Kutaraja berhasil membuka 4 (empat) sekolah Taman Siswa di Kutaraja, yaitu sebuah Taman Anak, Taman Muda, Taman Antara dan Taman Dewasa.
Berkat pengalaman di bidang pendidikan tersebut, Hasan memutuskan pergi ke Batavia dan bekerja sebagai pengawai di Afdeling B, Departemen Van Van Onderwijsen Eiredeienst (Departemen Pendidikan). Selain itu, ia juga pernah menjadi pegawai di kantor Voor Bestuurshervarming Buintengewesten. Kemudian pada tahun 1938, Hassan kembali lagi ke Medan untuk bekerja pada kantor Gubernur Sumatera sampai tahun 1942. Pada era penjajahan Jepang ini, yakni antara tahun 1942 sampai 1945, Hasan tetap berada di Medan dan bekerja sebagai Ketua Koperasi Ladang Pegawai Negeri di Medan, kemudian menjadi Penasehat dan Pengawas Koperasi Pegawai Negeri di Medan dan Pemimpin Kantor Tinzukyoku (Kantor permohonan kepada Gunsaibu) di Medan. Ketika Jepang hendak angkat kaki dari Aceh tahun 1945, Hasan adalah sedikit dari tokoh-tokoh Aceh yang memiliki kesadaran kebangsaan dan bersedia bergabung dengan para nasionalis di Jakarta.
Pada 7 Agustus 1945 Mr. Teuku Muhammad Hasan dipilih menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai oleh Ir. Soekarno[3].

Gubernur Sumatera Pertama
Setelah kemerdekaan Indonesia, Mr. Teuku Muhammad Hasan diangkat menjadi Gubernur Sumatera I pada tanggal 22 Agustus 1945 dengan ibukota provinsi di Medan.

Pemerintahan Darurat Republik Indonesia
Tidak lama setelah ibukota RI di Yogyakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda II, mereka berulangkali menyiarkan berita bahwa RI sudah bubar. Karena para pemimpinnya, seperti Soekarno, Hatta dan Syahrir sudah menyerah dan ditahan.
Mendengar berita bahwa tentara Belanda telah menduduki ibukota Yogyakarta dan menangkap sebagian besar pimpinan Pemerintahan Republik Indonesia, tanggal 19 Desember sore hari, Mr. Syafruddin Prawiranegara bersama Kol. Hidayat, Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera, mengunjungi Mr. Teuku Mohammad Hasan, Gubernur Sumatera/Ketua Komisaris Pemerintah Pusat di kediamannya, untuk mengadakan perundingan. Malam itu juga mereka meninggalkan Bukittinggi menuju Halaban, perkebunan teh 15 Km di selatan kota Payakumbuh.
Sejumlah tokoh pimpinan republik yang berada di Sumatera Barat dapat berkumpul di Halaban, dan pada 22 Desember 1948 mereka mengadakan rapat yang dihadiri antara lain oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara, Mr. Teuku Muhammad Hasan, Mr. Sutan Mohammad Rasjid, Kolonel Hidayat, Mr. Lukman Hakim, Ir. Indracahya, Ir. Mananti Sitompul, Maryono Danubroto, Direktur BNI Mr. A. Karim, Rusli Rahim dan Mr. Latif. Walaupun secara resmi kawat Presiden Soekarno belum diterima, tanggal 22 Desember 1948, sesuai dengan konsep yang telah disiapkan, maka dalam rapat tersebut diputuskan untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), dengan susunan sebagai berikut:
Mr. Syafruddin Prawiranegara, Ketua PDRI/Menteri Pertahanan/ Menteri Penerangan/Menteri Luar Negeri ad interim
Mr. Teuku Muhammad Hasan, Wakil Ketua PDRI/Menteri Dalam Negeri/Menteri PPK/Menteri Agama,
Mr. Sutan Mohammad Rasjid, Menteri Keamanan/Menteri Sosial, Pembangunan, Pemuda,
Mr. Lukman Hakim, Menteri Keuangan/Menteri Kehakiman,
Ir. M. Sitompul, Menteri Pekerjaan Umum/Menteri Kesehatan,
Ir. Indracaya, Menteri Perhubungan/Menteri Kemakmuran.
Nasionalisasi Perusahaan Perminyakan
Pada tahun 1951, sebagai ketua Komisi Perdagangan dan Industri DPRS (Dewan Perwakilan Rakyat Sementara), Mr. T. M Hasan mengadakan suatu penelitian yang akhirnya menyimpulkan dua hal penting:
Terdapat alasan kuat bahwa jika dilakukan nasionalisasi, hasil minyak Sumatera Utara bisa dipakai sebagai alat pembayaran.
Indonesia tidak memperoleh bagian yang wajar dari perusahaan minyak asing berdasarkan Let Alone Agreement dan sistem pembayaran pajak yang berlaku.
Hasil penelitiannya tersebut kemudian diusulkan dalam sebuah mosi yang didukung oleh kabinet dan diterima secara aklamasi pada tanggal 2 Agustus 1951.
Mosi tersebut berbunyi antara lain[5]:
Mendesak kepada pemerintah untuk dalam jangka waktu satu bulan membentuk sebuah Komisi Negara tentang masalah minyak, dengan tugas:
Segera melakukan penyelidikan terhadap masalah pengolahan minyak, timah, batu bara, emas, perak, dan hasil tambang lainnya.
Membuat rencana undang-undang perminyakan yang serasi dengan keadaan yang berlaku sekarang.
Membantu pemerintah dengan usul-usul pendapat mengenai sikap yang patut diambil pemerintah berkenaan dengan status tambang minyak di Sumatera Utara pada khususnya dan pertambangan lain pada umumnya.
Membantu pemerintah dengan usul-usul pertambangan di Indonesia.
Membantu pemerintah dengan usul-usul pendapat mengenai pajak produksi bahan minyak dan ketentuan harga.
Mengajukan usul-usul lain berkenaan dengan masalah pertambangan guna meningkatkan penghasilan negara, menyelesaikan tugasnya dalam waktu tiga bulan dan menyerahkannya kepada pemerintah dan parlemen.
Mendesak kepada pemerintah supaya menunda pemberian konsesi dan izin eksplorasi baru sampai tugas yang diberikan kepada Komisi Negara tentang masalah pertambangan selesai.
Dalam mosi tersebut juga diusulkan agar pemerintah dalam waktu singkat meninjau kembali Indische Mijn Wet 1899, undang-undang kolonial yang masih tetap dipakai sebagai dasar pengelolaan minyak di Indonesia. IMW dianggap tidak sesuai lagi dengan azas-azas pokok pemikiran bangsa Indonesia[6].
Untuk memenuhi mosi tersebut pada tanggal 13 September 1951 pemerintah membentuk Panitia Negara Urusan Pertambangan (PNUP) yang bertugas menyelidiki masalah-masalah pertambangan termasuk pertambangan minyak dan gas bumi dan menyusun rancangan undang-undang untuk menggantikan IMW 1899[7].

Hasan, dalam pidatonya mengenai mosi tersebut mengatakan bahwa kelompok Tiga Besar (Shell, Stanvac dan Caltex)[8] pada hakekatnya menerima lima kali lebih banyak dari pada yang dilaporkannya. Ia berpendapat bahwa hal itu disengaja agar harga minyak mentah lebih murah dari yang semestinya, dan sebagai bukti dia mengutip sebuah penawaran dari suatu kelompok perusahaan minyak Jepang yang bersedia membayar minyak mentah Rp.950 per ton, dibandingkan dengan Rp.100 per ton yang dilaporkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia dalam kaitannya dengan pembayaran pajak. Kedua, menurut Mr. T. M Hasan, perusahaan-perusahaan minyak itu dengan sengaja mempertinggi ongkos operasinya secara tidak wajar.
Yang menarik di sini adalah pembicaraan yang dilakukan oleh Hasan dengan para pejabat perusahaan minyak asing tidak lama setelah isi mosi itu diumumkan. Mereka mengusulkan pembagian keuntungan berdasarkan pola 50:50. Hal ini dijawab Hasan bahwa dengan pola demikian dikhawatirkan biaya operasi akan bisa di mark-up menjadi lebih tinggi. Ia kemudian mengajukan usul balasan agar hasil produksi minyak di Indonesia dibagi saja antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan minyak asing atas dasar sama banyak. Usulan Hasan tersebut membuat para bos perusahaan minyak asing tercengang dan tidak berani bersuara.[9][10].
Efek dari mosi ini adalah dibentuknya Panitia Negara Urusan Pertambangan (PNUP), dan pada Maret 1956 Mr. T.M. Hasan ditunjuk sebagai ketua[11], dan berhasil menasionalisasi beberapa perusahan minyak asing menjadi Permina (1957) dan Pertamin (1961). Kedua perusahaan ini pada tahun 1968 digabung menjadi Pertamina.[12]. [13]
Kehidupan Berikutnya
Mr. Teuku Muhammad Hasan mendirikan Universitas Serambi Mekkah di Banda Aceh[14], dan menulis buku. Salah satu bukunya adalah Sejarah Perminyakan di Indonesia (diterbitkan oleh Yayasan Sari Pinang Sakti, 1985)[15].
Penghargaan
Pada tahun 1990, Universitas Sumatera Utara menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa[16].
Mr. Teuku Muhammad Hasan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 085/TK/Tahun 2006 tertanggal 3 November 2006[17].
Sebuah jalan di Banda Aceh dinamakan Jalan Mr. Teuku Muhammad Hasan[18].
Bibliografi
(Indonesia) Muhammad Ibrahim (Drs.) (1983) Mr. Teoekoe Moehammad Hasan, Karya dan Pengabdiannya Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek-Proyek dan Dokumentasi Sejarah Nasional
(Indonesia) Teuku Muhammad Hasan (1985) Sejarah Perjuangan Perminyakan Nasional Jakarta: Sari Pinang Sakti.
(Indonesia) Dwi Purwoko (1995) Dr. Mr. T. H. Moehammad Hasan Salah Seorang Pendiri Republik Indonesia dan Pemimpin Bangsa, Jakarta: Sinar Harapan
(Indonesia) Mr. Teuku Moehammad Hasan (1999) Memoir: Gubernur Sumatera dari Aceh ke Pemersatu Bangsa, Jakarta: Papas Sinar Sinanti, Editor: Dr. T. Mohamad Isa, MPH, MA
(Indonesia) Irma Widyani Roring (2000) Teuku Moehammad Hasan: Perjalanan yang Memberi Mahkota Jakarta: Puri Ratnawangsa Media

Sumber : http://teuku-muhammad-hasan.singogroup.com/id3/1842-1722/Teuku-Muhammad-Hasan_43502_teuku-muhammad-hasan-singogroup.html

Video Diskusi Tokoh Dr. Mr. H. Teuku Moehammad Hasan

Berikut ini adalah video acara diskusi tokoh Dr. Mr. Teuku Moehammad Hasan yang turut menjadi pembicara adalah :

  1. Ayahanda T.H.M. Sulaiman Shah (Dewan Pembina YPSM)
  2. Prof. Dr. Dwi Purwoko

Acara diskusi tokoh ini berlangsung di Jakarta pada tanggal 15 Maret 2016, dimukai dengan kata sambutan oleh Direktur Budaya dan Permuseuman Republik Indonesia. Berikut adalah video kegiatan tersebut yang diliput oleh media TV nasional :

Fakultas Teknik Adakan Try Out Akbar di Kabupaten Pidie

[Best_Wordpress_Gallery id=”8″ gal_title=”Fakultas Teknik Adakan Try Out Akbar di Kabupaten Pidie”]

FT-USM MENGGELAR TRY OUT AKBAR PERSIAPAN UN SMA SE KABUPATEN PIDIE

Sigli – Fakultas Teknik (FT) Universitas Serambi Mekkah (USM) mengadakan Try Out Akbar Persiapan UN (Ujian Nasional) Tahun 2016 diseluruh SMA se Kabupaten Pidie, pelaksanaan try out akbar bertujuan untuk mempersiapkan siswa-siswi SMA berhasil lulus dengan nilai terbaik dalam menghadapi Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 April 2016 mendatang. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Fakultas Teknik USM dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie dan Lembaga Pendidikan PRIMAGAMA Banda Aceh. Try out Akbar persiapan UN diikuti oleh 3000 lebih siswa-siswi SMA Kabupaten Pidie yang berlangsung pada hari sabtu tanggal 19 Maret 2016.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Bapak Murthalahuddin, M.Pd menyambut baik pelaksanaan try out akbar yang dilaksanakan Fakultas Teknik USM dengan adanya kegiatan ini siswa-siswi SMA Pidie dapat mengukur kemampuan mereka dengan soal-soal yang diberikan Lembaga Pendidikan PRIMAGAMA dimana soal tersebut akan hampir sama dengan soal yang diterima pada pelaksanaan UN nantinya.

Dekan Fakultas Teknik USM Ir. Elvitriana, M.Eng menyampaikan kepada siswa-siswi untuk semangat dalam mengikuti try out akbar ini karena pelaksanaan try out ini tidak hanya mengukur kemampuan siswa-siswi dalam persiapan UN akan tetapi Ketua Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah (YPSM) Bapak Ir. Teuku Iskandar Shah akan memberikan Beasiswa kepada pemenang try out untuk katagori terbaik 1 s/d 10 akan mendapatkan Beasiswa Bebas SPP semester satu dan bebas Biaya pembangunan pada saat masuk di Universitas Serambi Mekkah. Katagori berikutnya dengan jumlah 200 orang siswa akan mendapatkan keringanan bebas biaya pendaftaran masuk di Universitas Serambi Mekkah, Dekan Teknik juga menyerukan semangat kepada siswa mari rebut kesempatan emas tersebut.

Fakultas Teknik USM juga menjalin hubungan kerjasama dalam pengembangkan pendidikan di Aceh khususnya di Kabupaten Pidie dengan menandatangani MOU kerjasama Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah dengan Fakultas Teknik USM. Bapak Nasir, M.Pd selaku Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Kabupaten Pidie menyambut baik kerjasama ini, dengan adanya kerjasama Perguruan Tinggi dan Dinas Pendidikan sehingga penerapan dan implementasi pendidikan akan tepat sasaran dan kemajuan pendidikan akan lebih baik. USM sebagai penghasil produk SDM akan terus mengembangkan kerjasama untuk seluruh para pelaku pendidikan yang ada di Aceh.

Pada kesempatan yang sama Pembantu Dekan Satu (PD-I) Fakultas Teknik USM Bapak Ir. Syaifuddin Yana, MM, M.Si juga menyampaikan kepada siswa-siswi try out, di Fakultas Teknik USM tersedia 4 jurusan yang mampu melahirkan lulusan yang kompetitif dalam berwirausaha, jurusan tersebut yaitu Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Industri dan Teknik Informatika. Ucapan terimakasih kepada Tim palaksanan try out Fakultas Teknik USM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie atas suksesnya pelaksanaan kegiatan ini dan kepada berbagai pihak yang terlibat dalam mensukseskan acara try out akbar kabupaten Pidie. (Penulis: Saisa, MT)

USM Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1437 H / 2016 M

Universitas Serambi Mekkah untuk yang ke sekian kalinya memperingati Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW dengan mengadakan Khenduri Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di kampus Batoh. Peringatan maulid ini turut dihadiri oleh Dewan Pembina Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah Ayahanda T.H.M. Sulaiman Shah. Ketua Umum Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah Ir. Teuku Iskandar Shah serta civitas akademika lainnya di lingkungan Universitas Serambi Mekkah. Acara peringatan maulid ini juga turut menyantuni berbagai anak yatim yang berada di sekitar Universitas Serambi Mekkah. Berikut adalah foto-foto kegiatan peringatan maulid tersebut.

[Best_Wordpress_Gallery id=”7″ gal_title=”Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW”]

Pelatihan Bimtek SPMI

Pelatihan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Akademik diadakan di Hotel Grand Nanggroe pada tanggal 16-18 Maret 2016 oleh Kopertis XIII Aceh, pelatihan ini pematerinya berasal dari Universitas Serambi Mekkah seperti Bapak Jalaluddin, S.Pd, M.Pd yang memberikan materi tentang sistem penjaminan mutu, Ibu Eka Marya Mistar, ST, MT memberikan dokumen SPMI dan Bapak Ridhwan Ismail, M.Pd yang memberikan materi Audit Internal Mutu Akademik (AIMA). Berikut adalah beberapa foto kegiatan acara tersebut.

[Best_Wordpress_Gallery id=”6″ gal_title=”Pelatihan Bimbingan Teknis SPMI”]

Diskusi Tokoh Dr. Mr. Teuku Moehammad Hasan

Diskusi tokoh ini dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 15 Maret 2016, diisi oleh pembicara Ayahanda T.H.M. Sulaiman Shah dan Prof. Dr. Dwi Purwoko serta kata sambutan oleh Direktur Budaya dan Permuseuman Republik Indonesia, berikut adalah foto-foto kegiatan diskusi tokoh tersebut.

[Best_Wordpress_Gallery id=”5″ gal_title=”Seminar Tokoh Dr. Mr. Teuku Moehammad Hasan”]

Kuliah Umum Enterpreneurial Mindset

Kuliah umum Enterpreneurial Mindset bersama Ibu Ririn Nurkomalasari dari Bina Nusantara University Jakarta, juga sebagai Direktur/Owner House of Tabitha Jakarta di RKU Universitas Serambi Mekkah Pada tanggal 14 Maret 2016

[Best_Wordpress_Gallery id=”4″ gal_title=”Kuliah Umum Enterpeneurial Mindset”]

USM Sponsori Kegiatan FITAS di Dayah Alfalah Abu Lam U

USM menjadi sponsor utama pada kegiatan Finding the Talented Student (FITAS) ke IV, acara FITAS ini turut dihadiri oleh Pembantu Rektor III Bapak Jalaluddin, S.Pd, M.Pd.

Pimpinan Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U Tgk. Saifuddin Sakdan, M.Ag dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan, acara FITAS ini merupakan sebuah acara Tahunan Organisasi Pelajar Dayah Abu Lam U yang diadakan dipesantren yang dia pimpin.

12801600_1710914769145452_6781369164115356962_n